Skip navigation

” aku dan dia, siapa yang akan engkau pilih ? ”

Akupun tertegun saat mendengar pertanyaan yang spontan keluar dari bibir merah delima miliknya. Aku terdiam, membeku, dan untuk sesaat tak dapat berkata – kata, mulut ku seakan tekunci rapat dengan kunci yang tidak kumiliki lagi, kata demi kata seakan terhisap keluar dari dalam kepalaku, kosong serasa tak berisi, kedua kaki ku kaku dan terdiam tak dapat bergerak seakan seluruh tenaga milikku terhisap keluar seketika, kedua tanganku pun tak dapat kugerakkan entah mengapa seakan tubuhku sendiri pun tak mau mengindahkan segala perintah yang aku ucapkan.

” Kagami kun, aku dan dia siapa yang akan kau pilih ? ”

Kembali kutatap perlahan kedua manik mata berwarna biru nan indah secerah langit siang hari tanpa awan dengan kilau matahari miliknya, kucari segala alasan serta jawaban dari kedua manik mata indah yang selalu menghisap kesadaranku hilang tanpa jejak setiap kali kutatap mata indah nan berkilau itu. Tak hanya kesadaranku, perasaan ku hati ku pun ikut terhisap kedalamnya seolah aku tengah berenang serta menyelam kedalam lautan biru indah yang berkilau itu.

” aa…aaku…aku… ”

Bodoh, apa yang sebenarnya kupikirkan? Tentu saja aku akan memilih dirinya bukan? Tentu saja aku akan hanya menggenggam tangan miliknya bukan? Lalu apa yang sebenarnya aku khawatirkan? Mengapa mulutku tak sanggup berkata sepatah kata apapun?

” kagami kun? ”

Suara nada yang khas, selalu menhiasi hari – hari ku, selalu menmani diriku setiap detik, setiap menit dan setiap jam, suara menenangkan yang selalu membuatku terenyuh, suara yang selalu membuatku terus merindukannya, merindukan pemilik suara ini dan menginginkannya hanya untuk milikku seorang dan hanya diriku saja. Egoiskah permintaanku ini?

” tidak bisakah..tidak…bisakah…jika aku tidak memilih diantara kau dan dirinya? Tidak bisakah…aku memiliki keduanya? ”

Akhirnya….akhirnya sepatah kata pun meluncur keluar dari bibirku yang entah kenapa terasa kering dan lidahku terasa kelu dan entah mengapa mulutku terasa kaku. Entah mengapa meskipun sepatah kata itu telah terlontar, akan tetapi tetap menyisakan sesuatu yang menyumbat ditenggrokanku seakan ada kata – kata yang seharusnya kuucapkan tetapi tidak bisa kuucapkan. Ada apa? Mengapa?

” tidak bisa kagami kun, kau harus memilih jika tidak….jika…tidak maka aku dan kau tidak dapat menuju tahap selanjutnya ”

Kutatap kembali kedua manik mata miliknya, mencoba menyelami dan melihat kedalamnya, mencoba meniti segala sinyal dan pesan tersirat yang dirinya utarakan kepadaku, kucoba pula memutar balikkan waktu dimasa lampau dimana segala kemungkinan terkecil sekalipun terlewat dari pengamatanku, kucoba dan kucoba… namun nihil…

” aku…. ”

Peluhpun meluncur dari wajahku, terus meluncur menyusui lekuk wajahku. Ketakutan, ya…sebuah perasaan takut pun muncul. Ketakutan sebenarnya yang selalu kuhindari selama ini meskipun pada dasar hatiku aku mengetahuinya bahwa hari ini suatu saat akan tiba dan akan terjadi entah kapan dan dimana.

” aku…..tidak dapat memilih… ”

Dengan perasaan gemas bercampur amarah yang teramat sangat kugigit bibir bawah milikku dengan taring – taring tajam yang kumiliki. Kutancapkan taring itu sekuat tenaga seakan rasa sakit dan perih tidak lagi dapat kurasakan dari sana seakan indra perasaku telah hilang entah dimana.

Kutatap kembali kedua manik mata biru nan indah miliknya, mengamati setiap ekspresi yang mungkin diperlihatkannya saat ini, menanti sebuah kebenaran yang sebenarnya diharapkannya saat ini. Ya…mencoba dan terus mencoba…

” aku…sungguh…sungguh tidak dapat memilih…karena bagiku…keduanya sangatlah berarti dalam hidupku ”

Ya, apa yang ku katakan ini tidaklah sekedar omong kosong belaka, tidaklah sekedar kata tanpa makna dan juga tidaklah sekedar rayuan tanpa isi, segala yang kuucapkan adalah benar adanya dan meskipun seluruh manusia didunia mengancam atau bahkan menyiksa diriku hanya untuk menentukan pilihan diantaranya, meskipu  dijatuhkan kedalam neraka terpanas sekalipun, jawabanku akan tetap selalu sama.

” …………. ”

Terdiam, sunyi senyap menerpa…tanpa suara tanpa cahaya dan seketika sesuatu bernama kegelapan pun merasuk menguasai disaat itu detik itu menit itu dan pada jam itu. Bahkan bayangan pun tidak dapat terlihat dan sesosok tubuhmu tidak dapat kuamati lagi dengan seksama. Ada apa? Mengapa kau terdiam? Apa yang saat ini tengah kau rasakan? Apa yang saat ini tengah kau pikirkan?

” kagami kun…. ”

” kuroko, tidak bisakah… ”

Sahutan perlahan dengan suara familiar yang seakan membunyikan alarm dihatiku pun kau utarakan, suara sendu yang aku tau dengan pasti kau ucapkan disela menahan perihnya perasaan yang kau rasakan, suara bergetar namun tetap terasa kuat dan itulah dirimu yang selalu kucintai. Selalu tersenyum demi seseorang yang kau amat sangat cintai meskipun hatimu sendiri terkoyak – koyak dengan pedih dan kejamnya.

Cintaku….pujaan hatiku…

Dengan segera kuraihkan kedua tangan milikku ini mendekap erat tubuh mungil milikmu yang terkasih, mendekap dengan sepenuh hati memberimu kehangatan ditengah deruan angin dingin menerpa dimusim dingin yang menusuk saat ini, semakin kueratkan dan kurekatkan tubuhku yang besar dan kekar ini pada tubuhmu yang kecil mungil dan terasa sangat pas seolah hanya dirimu yang cocok berada dalam kungkungan kedua tanganku serta tubuhku. Kuberikan segala kehangatan padamu yang terkasih kumulai dari ujung teratas tubuhmu hingga ujung terbawah tubuhmu, keberikan segalanya bahkan jika perlu akan kukeluarkan seluruh feromon milikku agar selalu menyelimuti diriku dan diriku saat ini.

Deru napas bersahutan diantara kita seakan hendak membuktikan kapada dinginnya angin saat ini akan kalah dengan panasnya api membara yang tengah kita rasakan. Kutatap kedua manik mata menyerupai langit yang membentang dihadapanku, langit yang sebelumnya indah nan cerah tertutup semburat langit disore hari nan indah. Tidak merah…tidak oranye…tidak kuning…akan tetapi warna merah muda yang sangat menggoda. Napasku tercekat melihat pemandangan yang terhampar dihadapanku, pemandangan yang sangat berharga dan sarat dengan keinginan terpendam yang ternyata selama ini kau sembunyikan dari hadapanku, serta pemandangan yang selalu membuatku kecanduan sehingga selalu akan kuulangi kembali bagaimanapun caranya agar dapat kupandang kembali pemandanga indah ini.  Peluhpun bercucuran entah milikmu ataupun milikku bercampur padu menyatu dalam lembutnya awan putih yang terhampar luas disekeliling kita.

Kedua tangan milikku ini yang terkhususkan hanya milikmu seorang ini berjalan dengan pasti menyusuri tiap lekuk tubuhmu yang kucintai, disusul dengan bibirku, yang selalu setiap hari siang maupun malam hanya mengucap namamu seorang, bergerilya dihadapan peta yang sudah kukenali dengan baik, mencoba menemukan kembali tempat – tempat yang selalu kuingat dalam kepalaku akan membuatmu melihat betapa indahnya langit malam penuh bintang menari – nari diatas sana.

Lihatlah diriku…lihatlah aku…aku yang selalu mencintaimu…aku yang selalu menunggumu…aku yang selalu menginginkanmu…lihatlah aku…lihatlah aku seutuhnya…

” Yyyya!!!! Kka….kaga…mi…kk…kun… ”

Tidak bisakah…tidak bisakah kau berhenti untuk terus mencari ketulusan akan perasaanku ini? Tidak bisakah kau berhenti untuk selalu mempertanyakan perasaanku padamu? Tidak bisakah kau berhenti untuk meragukan perasaanku? Tidak bisakah…kau berhenti untuk membuatku memilih antara kau dan dirinya? Tidak bisakah?

“YYAAaaa!!!! Sto…oopp… Kkka…kagami…kk..kunnnhhh… ”

Jari jemariku pun dengan liar menhelajahi hutan – hutan lebat dibawah sana yang dengan tak sabar menunggu dan menggundang diriku. Dedaunan rimbun dengan sebatang pohon besar nan tinggi menjulang dibawah sana, pohon yang sebelumnya tampak layu namun dengan kekuatan cinta yang kumiliki pohon itu semakin dan semakin tinggi dengan guratan – guratan cinta miliknya yang selalu diperuntukkan bagiku. Kulandaikan jemariku pada pohon itu, kususuri setiap tepi sudut permukaannya, kucocokkan pada setiap detil ingatanku tentang pohon cinta miliknya yang selalu dapat mengeluarkan ekspresi miliknya yang selalu kunikmati dan kucintai. Ya…sebuah ekspresi terlarang miliknya dan hanya teruntukkan bagiku seorang.

” YYaaa!!!! Ummmppphhh… ”

Tuhan, sekalipun pemandagan yang saat ini terbentang dihadapanku adalah neraka, aku tidak akan berhenti untuk melakukan segala yang terlarang agar aku dapat bertemu kembali dengan pemandangan ini dan jikalau pemandangan ini adalah surga maka aku tidak keberatan untuk mati saat ini juga.

” kuroko… ”

“Ssst..ooop…ka..gami…kk..uunn..nnnhhh…. ”

Bulir – bulir air matapun menghiasi ekspresi wajahnya yang amat sangat terlarang, menggoda dan membuatku ingin melihat lebih dari ini…lebih dan lebih dari ekspresi yang ditampakkannya saat ini. Pemandangan terlarang, namun tidak dapat kuhentikan…

” !!!!!!!!!!! ”

” nnnn…kau…masih sangat sempit sekali… kuroko… ”

Pada akhirnya jari jemariku pun berhenti pada pemberhentian terakhir dari perjalanannya pada sebuah lubang cinta miliknya yang dalam diantara aliran sungai putih berasal dari pepohonan ditengah dedaunan nan rimbun diatasnya. Juice… sebuah sungai putih terus dan terus mengalir memenuhi dan membasahi lubang dengan dasar yang cukup dalam. Sebuah aliran sungai putih bukti cinta padaku miliknya, sebuah aliran putih yang selalu membuatku kecanduan ingin merasakan rasa cairan penuh cinta miliknya. Perlahan kudekatkan wajahku pada aliran sungai itu, kususuri lidahku hingga keujungnya, keujung sebuah lubang kecil tepat pada puncak pohon bukti cinta miliknya.

‘ squish…squish…sluurrpp ‘

” kka…kagami kun…apa yang… !!!!!!!! YYYAAAA!!! ”

Tembakan juice cinta miliknya…yang serta merta kusambut dan kunikmati hingga tiap tetes terakhir…kusesap dan kuminum tiap aliran yang masuk dan berkumpul didalam mulutku.

” kuroko…tidak akan kubiarkan keragu – raguan mu malam ini berlanjut. Akan kuakhiri segera jikalau itulah yang akan menghentikan segala omong kosong yang berdiam dalam hatimu disaat aku meminta dirimu untuk menantiku dengan sabar ditempat ini…dirumah ini..dan dalam pelukan ini… ”

Perlahan namun pasti, kutanggalkan segala kain penutup yang masih tertinggal pada diriku untuk mendapati senjata misil cinta milikku pun ternyata berdiri kokoh disana, berdenyut dengan guratan – guratan disekelilingnya seakan tak sabar untuk segera menenggelamkan seluruh bagian dari dirinya kedalam lubang cinta miliknya yang dalam dan telah terpenuhi aliran sungai putih bukti cintanya padaku.

” Kau lihat??? Dapatkah kau rasakan cintaku yang begitu besar padamu? Dapatkah?? ”

” kagami…kun… ”

Kuraih tangan mungil miliknya yang tergeletak tanpa daya terpetangkap dalam genggaman kekar kuat nan penuh cinta milikku. Kukecup perlahan jari jemari miliknya satu demi satu pada setiap inchi kulit yang menyelimutinya seakan hendak memberi tahunya bahwa cinta yang kurasakan amat sangat besar tak terbendung. Rasa cinta yang kurasakan dan hanya teruntukkan bagimu seorang.

” sentuhlah…kuroko…rasakan…. seberapa besarnya rasa cinta ku padamu… ”

Ku arahkan jari jemari mungil miliknya pada senjata terbesar dan terpanjang milikku yang berdenyut dan menanti untuk dikasihi olehnya serta mengasihi miliknya. Ya… cinta yang tulus hanya untuknya seorang dan hanya dirinya seorang…

Jari jemari lentik yang membelai tiap ichi tubuhku…membuatku merasakan panas membara dalam tubuhku…rasa panas yang terus menerus meluap…seakan hendak menerobos setiap pori – pori tubuhku. Hanya dengan sentuhan jari jemari milikmu… suaramu…dapat membuat rasa sayang dan cinta milikku semakin membesar dan berdiri menjulang seakan hendak menggapai bintang dan bulan dilangit.

Kuraih kembali serta kuhentikan tangan mungil itu dari ekspresi cinta yang ditunjukkannya padaku dan kukurung kembali tangan mungil itu tepat dalam kungkungan tanganku, kutautkan jari jemari nya dengan milikku seakan hendak kusampaikan bahwa aku akan selalu menjadi miliknya…bahkan tiap tetes darah yang mengalir ditubuhku sekalipun dan tiap hembusan nafas yang kuambil..

” Kuroko…daisuki… ”

‘ THRUST!!!!!!!! ‘

” HHHNNNNNHHHHH!!!!! KK….KAG…KAGAMI…KK…KUN… ”

Dan akhirnya, misi terakhirpun diluncurkan. Misil terbesar, terkuat dan terpanjang milikku akhirnya kulesatkan tepat menuju kearah tempat yang akan membuatnya menyadari betapa aku dapat diandalkannya bahkan dalam keadaan tidak menguntungkan sekalipun…dalam keadaan terjepit sekalipun…sama seperti tempat yang dituju oleh senjata misil milikku yang terus menerus menerobos masuk tanpa henti hanya untuk membuktikan padamu bahwa semua yang berada dalam perasaanmu tidaklah benar..

Kuhentakkan dan kuluncurkan senjata misil milikku berulang – ulang kali…terkadang dengan lembut…terkadang dengan kasar tetapi tidak sampai menyakitinya…karena bagiku rasa cintaku begitu besar tak terbendung…peluh bercucuran serta merta pula dengan aliran sungai putih yang saat ini meluncur turun dari senjata misil miliknya yang saat ini kembali menegak dan berdenyut dan juga dari lubang kecil tempat rahasia kami memeperlihatkan cinta ku padanya… juice milikku… terhampar dengan jelas mengisi lubang rahasia tempat cintanya yang seakan teruntukkan bagiku untuk mengisinya dengan cintaku.

‘ schlop…schlop..schlop.. ‘

Suara kulit beradu dengan kulit…diselingi dengan suara gesekan lembut dari senjata misil milikku dengan lubang cinta kami berdua yang dipenuhi oleh cairan cinta milikku…awan putih polos berselimutkan hamparan kain berwarna merah dengan bercak – bercak cairan cinta yang kami berdua keluarkan…napas menderu diantara kami berdua mengadu menyapa….menambah suasana erotic intense nan sexy diantara kami berdua..

” kuroko….aku….aku tidak akan memilih antara dirimu atau dirinya…. karena yang aku tahu keduanya adalah dirimu, bukan? Keduanya adalah kuroko…kuroko yang amat sangat kucintai dengan sepenuh hati… aku tidak peduli apakah saat ini yang ada dihadapanku adalah ‘ white kuroko ‘ ataukah ‘ dark kuroko ‘ dan aku terus terang tidak mempermasalahkannya. Yang aku tahu hanyalah seorang kuroko yang amat kucintai.. tidakkah kau ingat apa janji yang kuucapkan padamu saat itu? ‘bahwa aku akan terus mencintai dan menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kau miliki’ ”

” ……….. sobs….sobs… ”

Kembali kudekap tubuh mungil itu, tubuh yang kuat membalut hati yang rapuh. Ya…seorang kuroko tetsuya…dengan dua orang dirinya berdiam dalam tubuhnya…dua orang yang lahir akibat suatu peristiwa menyedihkan yang saat ini masih menghantui dirinya meskipun aku telah bersumpah untuk selalu berada disampingnya…dan hal ini selalu membuatku geram dengan diriku sendiri yang tidak dapat melepaskannya dari cengkraman kegelapan dalam hatinya.

” maafkan aku…kagami kun…maaf… ”

Malam pun masih panjang bagi sepasang kekasih ini….

Advertisements

Lately i have been soooooooooooooooooo addicted to this game bcz kagaya go is soooooooooooooo handsomeeee..

:3

https://play.google.com/store/apps/details?id=jp.arismile.o17a110

I highly recommended you this game…
>.<

and dont forget to put my invitation code sDQUTV so both of us can get free gift so we can play this easily

Lately i’ve been soooooooooooooooooooooooooo addicted with this game so much up to the point it scares me bcz soji shirogane always have be sooooooooooooooooooooooooooooo handsome….

https://play.google.com/store/apps/details?id=jp.arismile.a1a82

aaahhhhhhhhhhhhh….I REALLY REALLY HIGH RECOMMENDING YOU FOR THIS GAME

And for anyone who want to play this, please use my invitation code VgMjDj so both of us can get free gift in order so we can play this easily….

Here some of my screen capture……

>.<

SC20140302-081935

SC20140226-124541

SC20140226-124630

SC20140226-125119

SC20140226-125134

SC20140226-125145

SC20140227-073531

SC20140227-073634

SC20140227-074314

SC20140227-074330

SC20140227-074508

SC20140301-081304

SC20140302-081929

Title : the darkness and the brightness
Rate : untuk sementara R-17 ( rating bisa berubah sewaktu waktu )
Disclaimer : semuanya milik fujimaki tadatoshi san ~nanodayo kecuali ceritanya
Cast :
Takao Kazunari
Midorima Shintarou
Kagami Taiga
Kuroko Tetsuya
Akashi Seijuurou
Aomine Daiki
Kise Ryouta
Murasakibara Atsushi
Himuro Tatsuya
Warning :
BL aka boys love…
Warning juga, sangat amat tidak disarankan buat under age karena ada adegan menjurus dan juga kata kata menjurus yang sangat tidak innocent
Saya bukan fans akamido…saya pure fans takamido & kagakuro…tapi image akamido kyaknya berhub dengan masa lalu midorima di teiko walopun agak ambigu sama cupel akakuro…

…………………………………………………………………………………………………………………………….
“midorima shintarou, aku menunjukmu menjadi wakil kapten”

Sebuah kata terlontar begitu saja dari mulut seorang pemuda berambut merah dengan tinggi yang kira kira hampir sebahu dari pemuda berambut hijau yang tengah dia ajak bicara saat ini dengan tatapan tajam bagaikan burung elang yang siap mengincar mangsanya yang dap.at membuat siapapun dapat berkeringat dingin dan juga bergetar tatkala menatap sepasang mata nan tajam ini secara tiba tiba disuatu siang yang anehnya tidak terlalu mendung tapi juga tidak terlalu cerah dikarenakan sang matahari rupa rupanya enggan menyembulkan wajahnya dilangit biru sehingga dia lebih memilih untuk bersembunyi dibalik sang awan yang semenjak beberapa hari ini dengan setia berada tepat disamping sang matahari seolah menemani sang surya yang mungkin saat ini sedang kesepian. Seseorang berambut merah yang tak lain dan tak bukan adalah seorang akashi seijuurou.

Akashi seijuurou, captain dari tim basket teiko..dan juga orang yang mempunyai posisi sebagai point guard dalam tim basket. Dialah orang yang amat kuat posisinya didalam tim juga amat tinggi posisinya dibandingkan kepala tim basket teiko sendiri, dan juga orang yang mempunyai pengaruh besar terhadap semua member teiko, ah tidak…..bahkan memberi pengaruh pada teiko itu sendiri, seolah dialah yang mempersatukan semua member didalamnya dengan sebuah ikatan yang cukup aneh dan juga tak kasat mata, bagai suatu mantra yang secara sengaja telah dia ucapkan sehingga tak satupun orang berani menentangnya..

“baiklah ~nanodayo… Kalau itu yang kau inginkan”

Setelah cukup lama terdiam dengan kedua belah bibir yang tertata rapi membentuk sebuah garis yang amat sangat lurus serta dengan dahi yang agak mengerut dan alis yang sedikit terangkat sembari menatap lekat lekat pemuda bernama akashi seijuurou ini, pemuda berambut hijau yang bernama midorima shintarou inipun menjawab permintaan yang captainnya ucapkan kepadanya dengan nada mantap namun ada sedikit keraguan didalamnya, dan hal inipun tak luput dari pengelihatan akashi yang sangat amat jeli..

” midorima… Shintarou?! Ada apa? ”

” ah tidak.. Maaf… Ada sesuatu yang tengah kupikirkan ~ nodayo… ”

Dengan seulas senyum penuh arti, akashi pun menatap lekat lekat pemuda cantik dengan bulu mata lentik miliknya serta wajahnya yang juga perpaduan antara ketampanan seorang pria dan juga keanggunan seorang wanita dan tak lupa dengan bandage yang dengan setia membalut jari jemarinya yang lentik serta dengan rambut berwarna hijau miliknya yang tengah terperanjat dengan tatapan tiba tiba yang akashi berikan padanya, namun dengan cepat pemuda bersurai hijau ini menenangkan diri dan memposisikan dirinya seperfect mungkin dengan secepat kilat dia membenarkan letak kacamatanya yang sama sekali tidak miring seolah gestur tubuhnya yang tengah terperanjat tadi tidak terjadi.

” shintarou?! Aku meminta sebuah jawaban…bukan sebuah keheningan…”

” a..akashi… Kenapa…kau…. ”

” hmph… Kenapa aku memilihmu?! ”

Dengan segera akashi memotong perkataan terputus putus penuh dengan perasaan yang tidak menentu serta sebuah perasaan gundah yang pemuda bersurai hijau ini rasakan yang hendak keluar dari mulut seorang midorima shintarou, sang shooting guard dari tim basket teiko dengan tembakan andalan bagaikan sebuah tembakan dewa yang pasti akan masuk kedalam ring basket, dengan nada angkuh serta setengah merendahkan

” shintarou… Kau itu bodoh atau apa…. Tentu saja karena aku membutuhkan mu berada disampingku… Selain itu hanya kau satu satunya orang yang dapat kupercaya sebagai wakil ku.. Dan tentu saja mataku ini tidak pernah salah… ”

Dengan wajah terkejut bercampur haru, pemuda bersurai hijau inipun menengadahkan wajahnya yang tanpa dia sadari tengah dia tundukkan seolah hendak menyembunyikan guratan guratan halus berwarna merah muda yang saat ini terpampang dengan amat sangat jelas diwajahnya sehingga membuat tubuhnya tergetar tanpa dia sadari dan juga membuat tubuhnya mendadak merasakan panas yang tidak dia sadari sejak kapan dan bagaimana bisa rasa panas itu muncul merayap dan menguasai tubuhnya

” kheh… Kau itu memang kawaiii na… Shintarou… ”

Dengan perlahan akashi mengelus perlahan pipi sang shooting guard yang memiliki tinggi badan 174 cm ini dengan jari jemari miliknya yang panjang dan juga terlatih terus turun hingga jari jemari ini bertemu dengan suatu benda berwarna merah muda hampir selaras dengan warna wajahnya yang juga saat ini tertutup lebih banyak guratan guratan merah muda yang terkatup dengan rapat

” a…akashi…apa yang…. ”

” shhh… shintarou…. ”

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

PIIIIIIPPP……PPPIIIIIIIPPPPP…..PPPPPPPPIIIIIIIIIIIPPPPPP…..

Sebuah dering alarm jam yang tengah menunjukkan tepat pukul 5.30 pun berbunyi dengan amat sangat nyaring tepat disamping tempat tidur seorang pemuda berambut hijau, dengan tinggi 195 cm yang tengah tertidur dengan amat sangat pulas dengan piyama berwarna hijau dan juga topi tidur yang juga berwarna hijau, sehingga dapat memekakkan telinga siapapun yang berada didekatnya..termasuk siapapun dalam jarak 1 meter dari kamar pemuda bersurai hijau ini.

” hnnngggghhh… ”

Dengan perlahan pemuda bersurai hijau ini membuka matanya yang nampaknya hari ini terasa sangat berat untuk dibuka…lebih berat dari hari hari biasanya..bahkan lebih berat dari saat dirinya menangis sepanjang malam ditemani sapuan hujan saat kalah melawan seirin..entah mengapa hari ini terasa amat sangat super berbeda dari dalam satu kali tiga ratus enam puluh hari dalam setahun pemuda berambut hijau ini hidup ditahun ini

” nnnnnnnhhhh…. Doushita no, ore?! ”

PPPIIIIIIIIIIIIPPPPPPPP…..PPPPPPPIIIIIIIIIPPPPPPPP……PPPPPPIIIIIIPPPPP….

” nggggghhhhh….. Kenapa tubuhku…. ”

Dengan perlahan, pemuda bernama midorima shintarou ini mengerjap erjapkan kedua matanya seolah hendak mencari fokus dari pemandangan yang tertangkap oleh sepasang matanya yang ternyata sangat tidak fokus lebih dari biasanya ini ditambah dengan perasaan mengambang seolah tubuhnya terbuat dari kapas ringan yang kapan saja dapat tertiup oleh angin sehingga melayang – layang di udara

” iitttaaa… Kkhhhh… Kacamata…. Kacamata… ”

Secara refleks midorima menjulurkan tangannya kearah dimana dia meletakkan kacamata miliknya seperti biasanya, sebelum dirinya beranjak merebahkan dirinya kedalam pelukan nyaman dan juga hangat dari tempat tidur miliknya, yaitu tepat berada disamping alarm miliknya yang rupa rupanya telah mengganggu sang pemiliknya sendiri

” doko…. doko…. ”

PIIIIIIPPPPPPP……. PPPPPIIIIIIIIIPPPPPPPP……, PPPPPPPPPIIIIIIIIIIIIIIIIIPPPPPPPPP…….

‘ PRANG!!!!!! ‘

Terdengarlah bunyi seolah terdapat suatu benda terbanting secara tidak sengaja dari ketinggian disusul dengan berhentinya suara alarm yang sedari tadi tampakknya membuat denyutan dikepalanya semakin bertambah parah ditambah suara yang memang memekakkan telinga untuk siapapun yang mendengarkannya dalam radius 1 meter dari kamarnya berada

” aaahhh…. Gawat…. Jatuh… Semoga saja tidak rusak-nodayo ”

Dengan perlahan midorima merubah posisi dan menjulurkan tangannya kebawah kearah dimana jam alarmnya telah dengan sukses tergeletak tidak bernyawa akibat kecerobohannya sehingga alat itu dengan cepat berpindah tempat dari atas tempat tidur menuju lantai. Namun baru setengah perjalanan tangannya melayang diudara, rasa denyut dikepalanya kembali muncul disertai pandangan berputar yang dia rasakan serta juga perasaan mual ingin muntah yang tiba tiba serasa meremas perutnya dan semuanya ini seolah menghianati keinginannya untuk beranjak dari tempat tidur segera dan juga untuk mengambil jam alarm miliknya yang tergeletak dilantai yang naas dengan batrai terlempar keluar dari badannya

” TSK!!!! Sebenarnya ada apa dengan diriku ini….. ”

Dengan sedikit kasar, midorima melemparkan dirinya kembali menuju tempat tidurnya yang tanpa dirinya sadari berubah menjadi sangat panas dengan peluh yang rupa rupanya menemani dirinya sepanjang malam tanpa pemuda bersurai hijau ini sadari, dan peluh itu telah jatuh meluncur dari pipinya yang saat ini bila diperhatikan akan tampak guratan guratan merah menghiasi seluruh wajah tampan dan juga anggun miliknya yang timbul bukan dikarenakan takao yang lagi-lagi mencuri ciuman darinya setiap saat tatkala dirinya lengah ( atau memang pemuda bersurai hijau ini dengan sengaja melonggarkan kewaspadaannya, as if he want to admit it ) atau takao yang secara tiba tiba ‘menyerangnya’ dipagi buta saat tim basket shuutoku mengadakan latihan bersama disebuah lapangan basket indoor tepat bersebelahan dengan sebuah penginapan yang menjadi tempat ritual shuutoku mengadakan latihan ditiap summer atau takao yang tengah berbisik lembut memujanya saat mereka tengah melakukan kegiatan memeras-keringat-demi-melatih-stamina yang biasa mereka lakukan tatkala semua pemain shuutoku telah meninggalkan tempat latihan basket ( kegiatan yang you-know-what dilakukan oleh sepasang kekasih yang tengah dibuaikan oleh indahnya cinta serta gairah yang membara dan juga merupakan aktivitas yang midorima sangat keras kepala enggan mengakuinya sebagai kegiatan bercinta dan lebih memilih kata kegiatan memeras-keringat-demi-melatih-stamina ) atau saat takao memeluknya dari belakang / dari depan dengan erat dan juga hangat ( bagian terakhir tentu saja tidak akan diakui oleh sang ace-tsunderima sama ) bagai pelukan seekor beruang yang mendekap anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang sekedar untuk menenangkan perasaannya yang dapat dan sering sekali mendadak berubah ubah ( terlebih setelah pemuda cantik berbulu mata lentik ini kalah dari ex-teiko member yang juga merupakan ex-team matenya di teiko yang saat ini bersekolah di seirin plus cahaya barunya yang rupa rupanya setipe namun tidak sama dengan ex-cahayanya semasa diteiko, dan tentu saja hal ini tidak akan pernah mau diakui oleh tsunderima kita satu ini ) atau saat takao mengusap lembut pipinya serta menyibakkan poninya yang turun menutupi kedua mata indahnya tatkala pemuda yang senantiasa membalut jari jemari lentiknya ini mencoba menyembunyikan guratan guratan merah yang juga menghiasi wajahnya seperti saat ini dikarenakan dirinya sendiri merasa malu akan suara suara aneh ( dan yang sangat takao suka ) yang terucap keluar dari bibirnya yang berwarna merah semerah mawar dan juga sedikit bengkak akibat serangan serangan, dance serta pertarungannya melawan kekasihnya demi menentukan siapa yang berkuasa ( dan tentu saja setiap saat dimenangkan oleh takao ) atau saat takao melakukan ‘preparing’ dan dengan sengaja menyentuh bagian sensitif miliknya berulangkali baik dengan jari jemari miliknya yang kekar diakibatkan latihan passing yang menjadi kelebihannya ataupun dengan ‘senjata’ miliknya yang menegang dan juga tegak tiap kali takao melihat reaksi reaksi yang menurutnya sangatlah imut timbul setiap kali takao menggodanya atau saat takao…..hei….kenapa semuanya akibat ulah takao?! Yup, duo shuutoku light & shadow ini rupa rupanya berkomitmen untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi dari hubungan yang tengah mereka jalani beberapa bulan yang lalu, telebih saat pemuda bekacamata ini menyadari untuk pertama kalinya dalam satu kali 3600 detik kali 16 tahun dirinya hidup dengan bernapas didunia ini bahwa takao merupakan orang yang ditakdirkan menjadi seseorang yang terus berada disampingnya.

Tentu saja awalnya pemuda berambut hijau lumut ini mengartikan hubungan mereka adalah hubungan seorang master dan juga servant ( karena takao yang merupakan seorang seme ter HSK dan selalu menuruti semua permintaan egois sang princess tsunderima ), namun semakin lama pemuda bertampang-serius-penyuka-OhaAsa ini semakin mempertanyakan arti kehadiran takao bagi dirinya yang rupa rupanya karena sifat tsundere-kearah-keras-kepala miliknya membuat dirinya lambat dalam mengartikan setiap sinyal yang takao berikan padanya atau lebih tepatnya membuat dirinya lambat dalam menyadari perasaannya sendiri. Setelah berpikir cukup lama dan menyadari jawaban atas semua pertanyaan yang menari nari dikepalanya sehingga membuatnya cukup teralihkan dari proses belajar mengajar untuk beberapa bulan yang sayangnya pada akhirnya tidak dia akui karena terlalu memalukan, hingga pada suatu hari dirinya menangkap basah takao di ‘serang’ oleh salah seorang wanita yang rupa rupanya sudah sejak lama menaruh hati pada partnernya dan dengan ekspresi mata-membulat-akibat-terkejut yang midorima lakukan tatkala mendapati pemandangan mengejutkan dihadapannya menjadi sebuah tamparan keras baginya untuk segera mengakui perasaan yang sejak lama dia abaikan. Dengan segera, midorima ‘menyelamatkan’ takao yang tentu saja terkekeh sepanjang jalan yang mereka lalui saat midorima mencoba menyelamatkan dirinya. Sehingga sejak saat itulah mereka akhirnya berpaca….tidak menjadi partner didalam ataupun diluar lapangan ( lagi lagi as if he want to admit that they’re lover ). Namun hubungan ini tidaklah berjalan mulus karena midorima yang terlalu pasif ( dan juga tsundere ) serta takao yang terlampau popular dikalangan wanita sehingga hubungan mereka ini menjadi hubungan yang hanya jalan ditempat, hingga pada suatu hari sang princess ini mendapati pemandangan ex-team mate semasa di teiko melakukan ‘hal’ kegiatan memeras-keringat-demi-melatih-stamina yang tidak dapat dirinya jelaskan dengan kata kata normal karena bagi dirinya apa yang mereka lakukan merupakan hal yang sangat memalukan. Ya… sejoli amburadul ex-teiko yang juga merupakan team mate midorima semasa di teiko, aomine daiki dan kise ryouta yang rupa rupanya sudah menjalin hubungan tepat dibawah bulu hidungnya tanpa sedikitpun dia sadari atau bahkan curigai. Sejoli yang dengan nilai sama sama amburadul dengan prestasi akademis yang juga amburadul namun sangat baik jika berada dilapangan basket, berpacaran tepat didepan matanya selama dua tahun ( atau lebih, as if he want to ask them more ) selama di teiko dan terus berlanjut hingga saat ini meskipun mereka terpisah sma, kedapatan melakukan ‘hal-hal’ tersebut diatas dengan rating R-21 saat member kiseki no sedai ( minus akashi ) diundang untuk menghadiri sebuah perayaan yang diselenggarakan oleh smp teiko. Tentu saja hal ini membuat mata midorima mendadak keluar dari tempatnya dan juga disertai suara benda yang patah serta suara benda pecah yang tak lain dan tak bukan adalah kacamata miliknya yang rupa rupanya ketularan virus innocent dan tsundere seperti pemiliknya menjadi rusak dikarenakan pemandangan yang terpampang dihadapannya. Begitu seterusnya pemandangan ex-team mate teiko sejoli aokise melakukan kegiatan ‘tusuk menusuk’ dan juga kegiatan ‘saling beradu pedang’ yang tertangkap oleh mata innocent miliknya berputar putar dalam benaknya seperti gulungan film rusak yang terus menerus mengulang ulang adegan yang sama secara terus menerus non-stop, ditambah efek efek suara suara aneh yang tidak dirinya sangka dapat keluar dari bibir yang senantiasa berhiaskan lipgloss berwarna pink natural milik sang model tatkala ‘senjata berlaras panjang’ berwarna senada dengan kulit sang power forward ex-teiko yang saat ini bersekolah di too gakuen yang tengah tegak menegang berhiaskan guratan guratan otot disekelilingnya tak lupa juga rambut rambut halus yang juga senantiasa lebat dan hitam yang sang ace ini pelihara agar tetap lebat dan manly ( menurut aomine ) serta lelehan krim berwarna putih yang turun dari ujung kepala dari senjata milik aomine turun terus menelusuri lekuk guratan otot dan juga membasahi rambut rambut halus yang rupa rupanya kesemua hiasan itu ikut meramaikan senjata milik sang ace yang dengan liar terus menghajar sebuah lubang kecil yang berada tepat dibagian belakang tubuh milik sang small forward ex-teiko yang saat ini berada di kaijou gakuen.

Pemandangan yang menggairahkan dan juga tanpa pemuda berambut hijau ini sadari telah membuat senjata miliknya yang sedari sd telah dia jaga dan simpan dengan rapi dibalik celana dalam berukuran L atau XL ketat miliknya menegang dan juga basah oleh lelehan krim putih yang sama persis seperti lelehan krim yang mata innocent miliknya rekam pada tiap detil saat senjata milik aomine terus dan terus dan terus menghajar lubang kecil berisi kumpulan syaraf yang setiap kali senjata milik aomine menghajar tepat pada titik itu mampu membuat sang model mengeluarkan desahan menggoda yang tak bisa midorima ungkapkan dengan kata kata. Secepat kilat, midorima berlari menjauh dari tempat laknat berhiaskan pemandangan dengan rate R-21 yang sudah merusak kacamata serta ke-innocent-an mata miliknya dengan darah yang tanpa dirinya sadari mengucur keluar dari lubang hidungnya dengan amat sangat deras dan juga dengan celana yang dirinya kenakan juga terasa sangat sempit akibat senjata miliknya yang tanpa sengaja telah terbangunkan dengan tiba tiba sehingga mendadak menjadi liar dan tidak terkendali bahkan oleh pemiliknya sendiri. Midorima berlari dan terus berlari mencari tempat teraman dan juga tersunyi untuk menenangkan dan menjinakkan senjata miliknya yang sedari tadi non stop memuntahkan amunisi berupa krim putih yang hampir saja membuat seluruh celana dalamnya basah hingga sialnya bertemu dengan sejoli ex-teiko the phantom sixth man dan juga power forward ace seirin tengah bermesraan berduaan melakukan hal yang hampir sama namun tak jauh berbeda dengan apa yang sejoli amburadul black and white ex-teiko lakukan ditempat laknat tadi. Hanya saja kali ini mata innocent miliknya mendapati sang ace berlutut pada lantai suatu ruangan bertuliskan ruang peralatan dengan bibir dan mulut sang ace terlihat mengulum lolipop panjang putih milik the phantom sixth man yang tampak menegang tegak dengan amat sangat lihai menjilati, menghisap serta menyesap bagaikan sedang mengulum lolipop rasa vanila yang merupakan rasa yang amat sangat disukai oleh the phantom sixth man ex-teiko ini disertai suara suara hisapan, sesapan, jilatan liur bercampur krim putih yang nampak juga meleleh jatuh dari ujung lollipop milik pemain bernomor 15 ex-teiko yang saat ini berganti menjadi nomor 11 seirin ini memenuhi mulut sang ace hingga mengalir keluar dari sela bibir milik sang power forward seirin ini, tak lupa tangan kekar milik sang ace yang rupa rupanya berada dibagian belakang bawah tubuh the phantom sixth man mencengkram erat gumpalan otot yang ex-team matenya semasa di teiko miliki, dan bila matanya mempertajam dan juga memfokuskan sedikit lebih zoom in kearah dimana tangan sang ace mencengkram maka tampaklah satu jari tangan milik sang ace terselip masuk menghajar lubang kecil milik kuroko meskipun tidak sekasar hajaran senjata milik aomine, namun tetap saja tangan itu terlihat meng-abuse lubang kecil milik kuroko.

” nnnh… Ka…kagami k….khun…. ”

Terdengarlah desahan desahan keluar dari bibir pink yang jarang sekali mengeluarkan kalimat lebih dari lima kata dengan nada datar ini, kali ini mengeluarkan suara suara aneh yang tentu saja tidak bisa dirinya jelaskan seperti apa dan bagaimana suara itu….suara yang bagaikan blue adult film yang biasa aomine lihat dan terkadang dia bawa dan dengan sengaja diselipkan pada deretan video belajar mengajar miliknya.

” sukoshi…matte yo….jika aku tidak mempersiapkanmu dengan benar maka besok kau tidak bisa berlatih dengan benar dan kantoku akan menghajar kita berdua dengan menu latihan berlipat ganda… Alihkan saja konsentrasimu pada service yang aku berikan pada bagian tubuhmu yang amat sangat jujur ini….”

” nnngggghhhhh… Kagami kun….hen…hentai…. ”

Pemandangan yang sejoli seirin ini tampilkan terlihat lebih sweet-intimate-domestic dari sejoli aokise dengan aura wild milik mereka ini sekali lagi membuat senjata milik pemuda bersurai hijau ini lebih menggeliat ganas dan lebih ganas daripada saat manik matanya melihat pemandangan erotis yang aokise lakukan ditambah dengan perasaan panas membara yang tanpa dirinya ketahui bersemayam dibalik perutnya, sebuah perasaan baru yang aneh tidak menentu yang tidak pernah dalam sejarah hidupnya dia rasakan, tidak bahkan saat setiap bulan dia melakukan ritual menjinakkan senjata miliknya dengan tangannya sendiri saat dirinya berada pada kamar mandi, seketika perasaan baru ini membuat dirinya cemas dan anxious dikarenakan pemuda berambut hijau ini amat sangat membenci sesuatu yang tidak dapat dirinya mengerti ataupun sesuatu yang tidak pasti akan lasting-for-forever sehingga hal inilah yang membuat dirinya seakan tak mau menyadari perasaan yang dirinya rasakan kepada partner kebanggaannya, takao.

Sekali lagi seorang midorima shintarou berlari keluar membebaskan mata dan telinganya yang hari ini sudah tidak lagi perjaka dan innocent akibat ulah kedua pasang lawan serta ex-team matenya dengan harapan dapat sekali lagi menemukan ruangan yang sunyi dan juga tersembunyi untuk menenangkan senjata miliknya yang terus menerus memuntahkan amunisinya sehingga membuat celana dalam hingga selangkangan dan juga lubang kecil miliknya basah akibat derasnya muntahan amunisi yang dikeluarkan oleh senjata miliknya ini.

” shiksho!!!! Sial sekali aku hari ini-nanodayo…kkkhhhhhhh……. ”

Seorang midorima shintarou dengan tinggi 195 cm ini terus berlari hingga mendapati dirinya berdiri tepat dibalkon atas atap gedung teiko yang sepi sunyi dan juga tersembunyi. Deruan angin seketika menenangkan pikirannya yang sedari sejak awal melihat adegan sejoli aokise hingga kagakuro bermesraan terus menerus menampilkan adegan adegan dewasa yang mereka lakukan non stop seperti gulungan roll film rusak, menampilkan tiap detil adegan adegan bercinta yang mereka lakukan hingga adanya efek efek suara cahaya serta blink blink yang pada dunia nyata tidak mungkin ada namun ingatannya mempermainkannya sehingga adegan adegan yanga amat sangat tidak innocent ini terlihat sangat sangat berbahaya bagi hati pikiran dan pola pikirnya yang masih innocent, tak lupa pula dinginnya angin yang menyapa tubuhnya disaat bergesekan lembut dengan kulitnya seketika membantunya lebih menenangkan senjata miliknya hang saat ini masih terus memuntahkan amunisi berupa krim putih kental yang lengket yang saat ini telah nyaris membasahi seluruh celana dalam miliknya hingga menembus celana yang saat ini tengah digunakannya.

” kkhhhhh…..lihat apa yang sudah mereka lakukan padaku-nodayo… Awas saja nanti…. Hhhhhhh…. ”

Secepat kilat midorima menenangkan senjata miliknya yang saat ini telah terbebaskan dari kungkungan ketat celana dalam miliknya dan tengah terekspose keluar menegak menegang tampaklah pula guratan guratan otot disekeliling senjata miliknya yang berbentuk sama dengan senjata yang aomine miliki hanya saja berbeda dalam hal warna kulit serta aksesoris yang berada disekeliling senjata milik mereka. Tidak seperti aomine yang dengan sengaja membiarkan rambut rambut halus tumbuh memenuhi serta menghiasi senjata miliknya, midorima dengan amat sangat rajin mencukur dan juga merawat daerah privatenya setiap dua minggu sekali dengan alasan masalah higienis dan juga agar dia sebagai atlit tidak tekena penyakit yang berhubungan dengan daerah genitalia sehingga tidak mempengaruhi performanya sebagai atlit basket dan juga orang yang menyandang gelar kiseki no sedai. Secepat kilat midorima meraih senjata miliknya yang saat ini benar benar terekspose keluar dari sarangnya, dengan celana luar serta celana dalam turun hingga mencapai batas lututnya, dengan kedua belah tangannya yang lentik itu midorima menggosok gosokkan tangannya keatas dan kebawah berirama sesuai dengan degup jantung miliknya yang berdebar tidak menentu, ditambah pula perasaan panas yang sedari tadi berdiam menempati sebuah sudut dalam perutnya telah menyebar hingga menuju wajahnya sehingga jika diperhatikan baik baik, seorang midorima shintarou yang biasanya berwajah stoic berubah menjadi wajah lewd yang sangat mengundang seseorang untuk menyerangnya. Deruan napas yang tidak menentu ditambah liur yang tampak menetes dari sela bibirnya, juga guratan guratan merah menghiasi wajah stoic milik pemuda berkacamata ini ditambah suara suara slapping pertumbukan antara kulit dengan kulit ditambah dengan suara basah seperti suara cairan bertumbukan dengan kulit menghiasi ritual dadakan yang midorima lakukan demi menjinakkan senjata miliknya.

” kkhhhhh…doushite….hhhhh… Aku ingin sekali release….tapi…tidak bisa….. Hhhhhhhhh….. ”

Dengan sedikit kasar midorima memainkan kepala dari senjata miliknya tepat dilubang senjata yang saat ini mengeluarkan cairan krim berwarna putih secara non stop yang mengalir lebih deras dari saat dirinya melihat adegan rated yang dimainkan oleh sahabatnya itu, ditambah sedikit tekanan dan juga pijatan kasar didaerah sekitar kepala senjata miliknya yang pada hari biasanya dirinya melakukan ritual ini dapat membuatnya memuntahkan seluruh cairan hasil produksi beberapa kelenjar genital yang berada dalam tubuhnya secara seketika. Namun tidak untuk kali ini, entah mengapa perasaan itu tidak kunjung dirinya rasakan dan tentu saja membuat pemuda bersurai hijau ini bingung entah harus bagaimanalagi dengan tubuhnya.

Seketika, dalam benaknya terlintas bayangan sang partner terbaiknya. Disela antara ilusi dan halusinasi, indera pengelihatan dan pendengaran miliknya serasa menghianatinya dengan memperlihatkan sesosok orang yang diam diam tanpa dia mau menyadari amat sangat dia sukai. Ya, sesosok itu tak lain dan tak bukan adalah takao kazunari, shuutoku point guard. Seseorang yang tiap hari tanpa bosan bosannya mengikuti seluruh keegoisan serta ke-non sense-an permintaan yang dirinya katakan, seseorang yang tanpa mengharap imbalan apapun terus dan tetap berada disampingnya walaupun setiap saat pula dirinya mengusir pergi sesosok point guard yang shuutoku banggakan akan tetapi setiap saat pulalah seorang takao kazunari kembali pada dirinya, seseorang yang sangat dirinya sukai…..ya…seseorang yang begitu sangat sempurna menjadi partner didalam dan diluar lapangan basket, dan juga seseorang yang kompatible dengan dirinya baik fisik maupun psikis serta pula orang yang selalu menopangnya baik secara psikis maupun mental, seseorang menjadi satu satunya orang yang dapat menembus berbagai pertahanan yang midorima bangun dengan susah payah semenjak dirinya kecil hingga saat ini menginjak usia remaja, tak satupun, bahkan member kiseki no sedai sekalipun dapat menembus semua pertahanan miliknya, well pengecualian untuk captain kiseki no sedai akashi seijuuro, akan tetapi seorang takao kazunari adalah satu satunya orang yang mampu bertahan lama dengan semua keegoisan, semua ke-essentric-an, semua ke tsundere-an bahkan semua permintaan impossible yang midorima utarakan dapat dengan mudahnya takao lakukan….hanya dan demi dirinya seorang. Suatu perasaan possesive yang merupakan perasaan baru yang midorima rasakan, sekaligus perasaan aneh menggelitik serta hyper yang dirinya rasakan setiap kali bayangan seorang takao kazunari melintas dibenaknya, seolah dunia yang berputar dihadapannya adalah dunia yang diciptakan oleh seorang takao kazunari itu sendiri.

” tt….takao….takao….khhhhh…..ta…takao…hhhhh….hh….tt…takao…. ”

Bagaikan mantra, shooting guard kebanggaan shuutoku ini berulang ulang kali melantunkan nama partner…ah tidak..orang yang dirinya sukai sedari dulu tanpa dirinya dengan kekeras kepalaan yang sudah lama diidapnya mau akui secara terang terangan, meskipun pada dirinya sendiri. Dengan napas cepat dan juga pendek pendek yang tubunya lakukan sebagai reaksi dari bagian tubuhnya yang saat ini tengah menantikan release yang tak kunjung tiba, disertai dengan getaran tubuh yang hebat, juga liur yang tampak mengalir dari sela sela bibir milik seorang midorima shintarou yang bisanya tekatup sangat rapat sehingga membentuk sebuah garis lurus 180 derajat, disertai peluh yang mengalir deras dari dahi serta kedua pipinya yang sudah berubah warna menjadi merah semerah apel yang telah ranum dan juga siap disantap, keadaan vurnerable yang seorang midorima shintarou tunjukan saat ini hanya untuk takao dan dikarenakan oleh takao seorang…yang sampai kapanpun, bahkan tidak pada akashi sekalipun midorima tunjukkan keadaan 100% vurnerable seperti saat ini. Seandainya pun seusai dari perayaan smp teiko ini midorima akan mengubah pikirannya dengan mengutarakan langsung perasaannya pada partner sekaligus seseorang yang sangat berarti baginya, seandainya pun dirinya diminta untuk menyerahkan segala galanya pada takao sekalipun, akan dia lakukan dengan senang hati meskipun dengan sifat tsundere miliknya tidak akan pernah akan sang ace sama kebanggaan shuutoku ini akan mengakuinya dengan cara terbuka.

” takao…takao…khhhhh…tt…takao…aishite..ru…ai…shite..iru…khhhhh…hhhh…tt…TAKAO!!! ”

Sebuah pekikan yang lumayan lantang menggema diseluruh balkon atap gedung teiko tempat dirinya menenangkan senjata miliknya yang saat ini telah terkulai lemas tak bertenaga ditambah dengan kumpulan krim berwarna putih yang senjata miliknya muntahkan dengan jumlah yang amat sangat banyak lebih dari jumlah yang biasa dirinya keluarkan setiap bulan sebagai acara ritual bagi remaja aktif seperti dirinya, entah hanya dengan membayangkan wajah dan juga suara milik seorang takao kazunari mampu membuat tubuhnya berubah menjadi sangat aneh dan sangat tidak seperti dirinya sendiri. Setiap kali memikirkan seorang takao kazunari mampu membuat hatinya cerah meski apapun sekalipun kejadian buruk yange menimpanya.

Seusai memuntahkan seluruh cairan hasil produksi dari berbagai kelenjar genitalia yang berada dalam tubuhnya, peluh ditubuhnya perlahan mulai mengering disambung dengan deru napas yang kembali menjadi normal tak lupa dengan cairan sisa muntahan senjata miliknya yang masih membasahi jari jemari lentik miliknya yang senantiasa terbalut rapi oleh perban berwarna putih yang selalu dirinya kenakan. Sebagai seseorang yang siap kapan pun dan dimana pun, midorima mengeluarkan pak tissue yang selalu dirinya bawa kemana mana untuk berjaga jaga akan datangnya hari menyebalkan yang tidak terduga…seperti hari ini dimana dirinya untuk pertama kalinya melakukan masturbasi diruang terbuka dimana setiap orang yang saat ini berada pada perayaan smp teiko dapat mempunyai kesempatan untuk melihat sang ace dengan keadaan 100% vurnerable seperti tadi. Namun sebagai orang yang berkomitmen “man propose god dispose, i do everything humanly possible” ini sudah mengecek terlebih dahulu setiap jalan masuk menuju balkon atap tempatnya melakukan ritual dadakan demi menjinakkan senjata miliknya yang saat ini sudah tertangani dengan amat sangat baik. Dengan wajah tersenyum asli imut yang sangat jarang sekali midorima tunjukkan pada siapapun ini, midorima berencana untuk mengutarakan perasaannya pada takao sekali lagi dengan amat sangat bersungguh sungguh dengan segala “humanly possible do” demi melanjutkan hubungan mereka ketahap yang lebih serius lagi.

Semenjak itulah, takao seperti benar benar menjadi belahan jiwanya. Disaat seperti apapun, takao dapat merasakan apa yang hatinya rasakan meskipun dari jarak yang lumayan jauh antara rumah midorima dengan rumah sang point guard shuutoku ini, ataupun meski dirinya tidak perlu mengeluarkan banyak kata kata namun ajaibnya takao dapat dengan mudah menebak segala isi pikirannya yang menurut takao tertulis dengan jelas pada wajahnya tanpa dirinya harus repot repot mengatakannya dengan mulutnya.

Kembali pada keadaan sang ace shuutoku yang sedang terkulai lemas pada ranjang miliknya, dengan alarm jam yang rupa rupanyamungkin sudah tak dapat terselamatkan lagi setelahmelewati masa kritis selama 30 menit terima kasihpada nyeri kepala serta pusing, perasaan mual serta muntah yang dirinya rasakan sehingga tanpa daya midorima membiarkan jam alarm miliknya terkulai lemas dilantai. Masih dengan pandangan kabur serta berputar yang dirinya lihat serta rasakan, ditambah peluh yang membasahi sekujur tubuhnya akibat meningkatnya suhu tubuhnnya ditandai dengan wajah penuh guratan guratan merah yang sama sekali tidak diakibatkan oleh ulah takao, sang kekasih akan tetapi dikarenakan ulah virus serta bakteri yang tanpa ampun melemahkan dirinya sehingga membuatnya tak dapat berbuat banyak selain terbaring ditempat tidur, bahkan untik mengangkat satu jaripun memerlukan waktu serta energi yang sangat banyak. Tenggorokan yang nyaris terasa sakit untuk menelan serta sakit untuk berbicara, tenggorokan yang serak membuat seorang midorima shintaro enggan membatukkan rasa gatal yang sedari tadi menguasai tenggorokannya.

” takao….takao wa…doko…. ”

Dengan suara perlahan yang sangat mirip dengan suara bisikan yang midorima lakukan untuk tetap menjaga agar dirinya tidak tersedak udara kering disekelilingnya sehinggga dapat membuat keadaan tenggorokannya semakin sakit untuk dibuat menelan, berbicara serta melantunkan lembut nama lengkap sang kekasih, takao kazunari, dengan harapan bahwa kali ini partnenya dapat merasakan apa yang dirinya alami. Dan juga siapapun bisa menjadi orang yang tepat untuk menjaganya dalam keadaan seperti ini terlebih jika orang itu adalah takao.

Dan lantunan nama takao kazunari terus dan terus teucap sekalipun dengan kesadaran menipis seolah dirinya tersedot kedalam dunia yang sama sekali tidak midorima bayangkan akan menjadi seperti apa sejak sang ace sama sendiri merasakan bahwa keadaan tubuhya menjadi amat sangat lemah…bahkan hanya untuk menggerakkan satu jari dan tetap menjaga agar kedua belah matanya tetap terbuka, hell untuk menjaga kesadarannya saja terasa amat berat apalagi untuk bersnjak dari tempat tidur.

” takao….takao…takao…. ”

TBC

Title : the sickness i hate
Character :
Onodera ritsu
Masamune takano
Rate : R to M
Language : indonesia

Disclaimer : i just owning my story, the character belongs to shungiku nakamura san

‘THROB!!!’

” itai…..”

Suara rintihan samar pun terdengar dari sudut ruangan yang berisi

Disclaimer
Card captor sakura absolutely owned by clamp
But the story belong to me
>.<

Note : cerita ini terjadi diwaktu sakura mengubah clow card menjadi sakura card, juga terjadi sesudah touya kinomoto memberikan kekuatan sihirnya kepada yukito / yue

Rate : T
Genre : romance
Character :
Touya kinomoto
Yukito tsukishiro / yue
Kero / cerberos
Sakura kinomoto
Li syaoran
…………………………………………

Disaat pertama kali kita berjumpa ditempat itu, disaat itu pula aku menyadari bahwa dirimu adalah orang yang paling berharga bagiku lebih dari apapun, lebih dari siapapun didunia ini bahkan lebih dari diriku sendiri.

Keanehan demi keanehan tetap terjadi di kota tomoeda walaupun sakura telah menangkap seluruh dari clow card yang beberapa tahun lalu tersebar secara tidak sengaja akibat kelalaian cerberus, makhluk penjaga yang diciptakan juga oleh sang penyihir terhebat yang juga menjadi pencipta dari kartu kartu yang diwaktu itu tercerai berai serta bertebaran keseluruh penjuru kota tomoeda dan juga dari kartu yang saat ini telah beralih pemilik dan berubah menjadi sakura card, yaitu clow reed.

Keanehan demi keanehan tetap terjadi tanpa sakura, cerberos, yue maupun syaoran dapat mengetahui siapa dalang penyebab dibalik semua keanehan ini dan mengapa. Ya…alasan mendasar yang ingin sekali mereka ketahui, alasan khusus yang menyebabkan mengapa hanya tomoeda yang mengalami keanehan dan tidak dengan tempat lain di suatu sisi bagian dari jepang. Begitu pula dengan kemunculan serta keberadaan sihir clow reed yang selalu muncul menyebabkan sebuah tanda tanya besar mengenai keterlibatan penyihir terkuat dan terhebat yang pernah ada ini dan juga penyihir yang telah meninggalkan dunia ini bertahun tahun lalu.

Dan juga satu hal terpenting yang perlu mereka pikirkan juga, yaitu kekuatan sihir yang dimiliki sakura, ya, sebuah kekuatan baru yang berkembang dalam diri sakura, yang sebelumnya terbangun berkat kejadian bertebarannya clow card sehingga mengharuskannya menggunakan sihir yang ditinggalkan clow reed pada cerberus pada tongkat sihir yang clow reed ciptakan untuk mengumpulkan kembali seluruh kartu kartu itu. Ya, sebuah kekuatan bintang hanya milik sakura seorang dan juga sakura ciptakan hanya untuk dirinya seorang. Namun kekuatan yang baru terbangun itu masih sangat lemah dan sangat kecil sinarnya sehingga perlu beberapa waktu agar kekuatan itu terus berkembang. Namun, waktu yang sakura perlukan itu mungkin akan memakan waktu sangat lama..sangatlah lama hingga kekuatan sihir sakura mampu seimbang ataupun setara dengan clow reed, sehingga sakura mampu menyokong semua ciptaan clow reed yang saat ini berada dalam naungan kekuatan sihirnya, tak hanya kartu kartu sihir namun juga sang penjaga kartu itu sendiri, yaitu cerberos dan yue.

Akan tetapi, semua tak sejalan selaras sesuai dengan yang diharapkan oleh sakura, cerberus dan yue…

“kero chan…apakah kau merasakannya?”

“tunggu..berikan aku waktu”

Cerberus pun sejenak memusatkan kekuatan sihir miliknya dan berkonsentrasi untuk mencari sumber kekuatan sihir lain yang sudah partner sekaligus pemiliknya rasakan.

“okagesama…ini…ini bukan kekuatan sihir milik clow…”

“jika bukan milik pak clow…lalu…”

Cerberus pun berpikir sangat lama, hal ini dibuktikan dengan alisnya yang menggulung disertai dengan kerutan disekitar dahinya, hendak mencari suatu rekaman ingatan masa lalunya bersama yue dan clow reed dalam otaknya yang kecil itu, dia hendak mengingat ingat semua pemilik kekuatan sihir yang pernah dia, mereka, clow reed, cerberus, dan yue temui dimasa lalu yang mempunyai kekuatan sihir seperti yang dirinya dan sakura rasakan saat ini. Namun hasilnya nihil, cerberus tak bisa mengingat ingat apakah dirinya pernah bertemu seseorang dengan kekuatan sihir seperti ini. Akan tetapi…

“rasanya mustahil dengan kekuatan sihir seperti ini..sekuat ini..aku tak bisa mengingat ingat siapa pemiliknya..”

Dengan helaan napas yang berat dan panjang, cerberus hanya dapat menatap pada kejauhan dan termenung. Sedang sakura yang terduduk tepat disebelahnya hanya dapat memeluk boneka beruang coklat yang tak jadi diberikannya pada yukito.

“jadi…sebaiknya bagaimana?! Haruskah kita keluar dan berhadapan langsung dengan pemilik kekuatan sihir ini…a..atau…”

“BAKA!!! Tentu saja aku tak akan membiarkanmu pergi menghadapi seseorang yang bahkan aku saja tak tahu dan tak ingat siapa dan bagaimana rupa dari orangnya! Membiarkanmu pergi tanpa tahu seperti apa, sekuat apa dan selihai apa orang yang menyebabkan peristiwa kali ini, disamping keberadaan kekuatan sihir clow reed seperti biasa, sama saja dengan aku membiarkanmu mati. Ingat, kau bagiku bukanlah sekadar hanya pemilik dan penerus dari peninggalan clow reed, tapi kau juga adalah sahabatku…dan seorang sahabat tidak akan membiarkan sahabat sekaligus orang yang berharga baginya terlibat dalam bahaya.”

“kero chan…”

Seketika itu pula semua kartu, yang sejak awal terdiam dan bertumpuk rapi di dalam buku clow yang menjadi tempat kartu kartu itu tertidur dalam waktu cukup lama bersama cerberus, baik yang sudah berganti dan berubah menjadi sakura card maupun yang masih dalam bentuk clow card berhamburan keluar dan berjajar melayang mengelilingi sakura dan cerberus yang masih terduduk sedari lama semenjak mereka berdiskusi mengenai keanehan yang timbul disertai dengan keberadaan kekuatan sihir yang bukan merupakan milik clow.

“kalian…”

“lihat…bahkan merekapun merasa cemas denganmu..”

Seluruh kartupun berlari menuju tangan sakura satu per satu dan bersinar seolah hendak memberi sakura sebuah semangat, dan juga mengingatkan sakura agar tidak bertindak ceroboh yang dapat melukai dirinya. Bagi para kartu, sakura tidaklah hanya sebagai pemilik kartu dan juga sebagai penerus clow reed, tapi juga sebagai sahabat berharga yang mereka sayangi.

“arigatou”

Dengan senyuman yang mengembang melihat kedekatan antara sakura dan kartu kartu itu, cerberus mengalihkan pandangannya keluar dan dia pun terbang menuju kearah jendela kamar sakura.

“meskipun begitu…ada banyak hal yang hendak aku diskusikan dengan baka-usagi..”

“kak yukito!?”

“tentu saja…aku hendak menanyakan beberapa hal pada yue..yang aku takutkan adalah mungkin saja ada hal hal yang kulupakan, sehingga aku ingin mencocokkannya”

………………………………………..

Februari…merupakan awal musim semi dijepang..musim dimana banyak sekali tunas tunas mulai bermunculan. Tunas tunas yang tadinya masih tertidur tenang sepanjang musim gugur dan musim dingin, kini mulai memperlihatkan batang hidungnya. Dengan perlahan tunas tunas itupun menggeliat dan berusaha keras memecah keras dan dinginnya lapisan salju yang masih menutupi seluruh dataran jepang.

Hamparan salju putih nan cantik, disertai udara dingin yang masih senantiasa menyelimuti udara awal musim semi yang masih bernuansa musim dingin, tidak menyurutkan padamnya suasana suka cita menyambut datangnya musim semi, ditambah dengan perayaan yang juga datang ditengah tengah musim semi nan dingin dibulan februari ini, yang tak lain dan tak bukan valentine day, sebuah perayaan yang dinanti nanti seluruh pasangan kekasih yang dihiasi dengan berjuta cinta dan kasih sayang. Sebuah hari dimana sang gadis memberikan coklat kepada kekasih yang mereka sayangi. Ya…valentine days adalah hari penuh coklat…dan juga makanan…dan hal inilah yang membuat pemuda berkaca mata dengan lensa bulat dengan rambut berwarna abu abu ini merasa sangat senang. Pemuda berkacamata yang sangat suka tersenyum dan juga sangat suka makan ini memamerkan tawa lebarnya dengan ceria kepada sahabat sekaligus object cinta yang selama ini dirasakannya.
Pemuda berwajah lugu dan ramah ini menatap sesosok tampan yang berjalan disampingnya, sesosok yang sangat dia hargai dan juga sayangi, sesosok yang sangat berharga bagi dirinya. Sesosok yang secara sembunyi sembunyi menjadi object dari rasa cintanya, sesosok yang membuat perasaannya tumbuh semakin besar dan jauh meninggalkan rasa persahabatan yang awalnya terjalin diantara mereka berdua.

“touya..lihatlah…makanan dimana mana…coklat…
Ne..ne..touya, bisakah kita berhenti sejenak ditoko itu?”

Pemuda berwajah lugu ini berjalan setengah berlari menuju kearah toko yang dia maksud dengan gembira. Entah ekspresi wajah gembira yang dia rasakan dikarenakan perasaan senang yang dirasakannya dikarenakan hari menjelang valentine dan sepanjang toko menawarkan beragam makanan yang jarang ditemui dijalan ini pada jam jam ini, atau dikarenakan dia tengah berjalan jalan bersama orang yang sangat dia sayangi

Memang benar, pergi berjalan jalan berdua seperti ini bagi mereka bukanlah hal yang baru bagi mereka, karena mereka berdua sudah teramat sangat sering untuk menghabiskan waktu hanya berdua saja. Akan tetapi meskipun berdua, mereka biasanya berada dirumah touya atau saat mereka bekerja sambilan ditempat yang sama, jadi bukanlah sesuatu yang sangat special. Namun, kali ini sangat tidak biasa bagi mereka berdua, karena pada akhirnya mereka berjalan jalan hanya berdua saja sembari menikmati suasana musim semi yang masih terasa dingin.

Masih dengan setengah berlari, pemuda berkaca mata berwajah lugu ini terus melangkahkan kaki kakinya menuju kearah toko yang dia maksud tanpa menyadari bahwa sepasang mata milik partnernya tengah memperhatikannya dengan saksama tiap gesture gerakan tubuhnya erat erat. Sepasang mata itu sangatlah penuh dengan perasaan menjaga dan juga kasih sayang, benar benar tatapan penuh cinta yang diarahkan pada partnernya yang sangat semangat, energic dan juga banyak makan ini.

“yuki…hati hati…jalanan masih li…”

“Aaah..whaaa…”

Belum sempat sesosok tampan ini menyelesaikan kata katanya, sesosok pemuda lugu berwajah ramah ini terkaget kaget akibat jalanan yang masih tertutup salju ini terasa licin dan sepatunya pun akibatnya terselip, tubuh pemuda ini pun terjatuh kebelakang, dan yang tak disangka sangka sesosok tampan di sampingnya dengan siaga menangkapnya dengan disertai bunyi OOOF dan juga disertai suara berdebum yang terdengar jelas.

“yuki..’sigh’ sudah kukatakan, berhati hatilah..jalanan masih tertutupi salju..”

“aa..aaah..go..gomenasai..touya..AAAH..gomenasai..touya..maaf…daijoubu desuka? Aah maaf..maaf..”

Dan akhirnya mereka berdua pun terjatuh dengan posisi pemuda berambut abu abu ini terduduk dipangkuan sesosok pemuda tampan berambut coklat yang tengah menatapnya dengan pandangan lembut dan juga penuh kasih sayang.

“yuki…daijoubu desuka? Apakah kakimu baik baik saja!?”

“aku!? Aa..aaah..aku baik baik saja..lihat..bahkan aku bisa berdi..whaaa…”

Dan benar saja dugaan pemuda tampan berambut coklat ini, partnernya yang berwajah cute dan juga lugu ini terlalu ceroboh dan juga kikuk, akan tetapi hal inilah yang membuat pemuda tampan berkulit coklat ini begitu menyayangi serta menjaganya dengan sepenuh hati.

“darou..lihat..benar dugaanku..’Sigh’ lain kali perhatikan lantai disekitarmu, yuki..”

“go..gomenasai…”

“yuki…’Sigh’ naikkan tubuhmu sedikit agar aku dapat bergerak..”

“a..aaah..maaf touya..”

“nah..tidak masalah…sekarang kau berhutang bekal padaku untuk besok..,buatkan aku bekal yang paling enak yang kau buat…”

“e..ee..eeeh..tapi..touya…”

Wajah pemuda berkacamata yang lugu ini benar benar tidak terbaca. Wajahnya sangat kacau, expresi wajahnya bercampur antara expresi malu akibat saat ini mereka berdua menjadi pusat tontonan orang orang akibat suasana romantic yang mendadak terjadi diantara mereka berdua, ditambah sesosok yang kini tengah berusaha untuk berdiri, setelah pemuda berambut abu abu mengangkat tubuhnya sedikit dari pangkuan pemuda tampan berkulit coklat yang sangat dia sukai, dan saat ini tengah berdiri dihadapannya dan menawarkan punggungnya yang luas , tegap serta menggoda untuk dipeluk.

“nah…tidak boleh menolak..karena sekarang aku akan membawa mu pulang dengan cara seperti ini…”

Dengan serta merta touya mendekatkan punggungnya diposisi jongkok untuk menggendong partnernya yang saat ini tidak bisa berjalan akibat kecerobohannya. Dan tentu saja, pemuda berkaca mata yang tengah sedikit mengeluh kesakitan ini tersipu malu setelah melihat sahabatnya sekaligus orang yang disukainya dengan sangat terbuka memperlihatkan sifat overprotective yang dimilikinya.

“to..touya..aa..apa yang..”

“sshhh..tidak kubiarkan ada kata penolakan..kita akan pulang dan juga dengan cara seperti ini suka atau tidak suka..ingat..kita punya acara penting 2 hari lagi dan tidak kubiarkan kejadian hari ini menghancurkan rencana kita berdua”

Segera setelah pemuda berambut coklat mengucapkan kalimat itu, pemuda berkaca mata yang lugu ini pun tersipu dengan beberapa berkas semu berwarna pink yang menutupi hampir seluruh wajahnya, terutama hidung, pipi bahkan sampai telinga. Tak sekalipun pemuda berambut abu abu ini melihat tepat pada mata sahabatnya akibat rasa malu yang amat sangat bercampur dengan perasaan gembira akibat perhatian yang sahabatnya lalukan.

………………………………………..

“aku pulang..”

“selamat datang, kakak..
OKAGESAMA…kak yukito! Daijoubu desuka?”

“hai..hai..monster..jangan menyambutku dengan teriakan disiang hari seperti ini..”

“sa..ku..ra..bukan monster”

“kheh..sekali monster tetaplah monster..”

Dengan ekspresi cemberut, sakura menatap kakaknya dengan pandangan membunuh, dan kalau diperbolehkan, saat ini juga sakura hendak memakai clow card big dan berkali kali dalam hidupnya ia ingin sekali menjadi lebih tinggi dan lebih besar dari kakaknya dan mencoba untuk menginjaknya berkali kali akibat rasa kesal yang melanda yang diakibatkan ulah kakak satu satunya yang sakura miliki ini sering sekali membuatnya kesal.

“selamat siang , sakura..maaf merepotkan..”

“tentu saja tidak..kak yukito baik baikkah?! Apakah kakimu masih sakit? Apa yang bisa ku bantu?”

Dengan senyum lembut, yukito memperhatikan kecemasan yang dirasakan oleh adik kesayangannya yang juga disaat yang sama dengan berat hati ditolaknya, sebab dia tahu bahwa hatinya telah menjadi milik seseorang, dan sudah tentu hal itu telah menjadi harga mati yang tak dapat ditawar tawar lagi. Dan tentu saja, bagi yukito terkadang memperhatikan sakura akan membuatnya teringat pada sahabat kebanggaannya.

“aah..tidak masalah, sakura, terima kasih sudah mengkhwatirkanku..touya saja yang membantuku.. Lagipula, sepertinya saat ini kau tengah menyiapkan sesuatu didapur.”

Masih dengan senyum hangat, yukito memperhatikan sakura, adik dari partner yang sangat dia sayangi. Dan semakin diperhatikan, segurat semu merah memenuhi wajah manis sakura dari telinga hingga telinga.

“apakah..kau sedang mempersiapkan coklat valentine?”

“jika untuk diberikan pada bocah itu ‘sigh’ tanpa kau kuberi tahu, benda itu pasti akan kuhabiskan..”

Dengan dengusan kasar, touya menatap adiknya dengan tatapan deathglare menandakan ketidak sukaannya pada orang yang saat ini dekat dengan sakura, yaitu syaoran. Sudah sejak lama hubungan mereka sangat buruk, dimulai saat syaoran masih menjadi murid baru sekaligus rival sakura dalam mendapatkan clow card, dan hubungan itu bertambah parah disaat keduanya menjadi akrab satu sama lain dan menjadi sangat dekat disaat keanehan demi keanehan terus terjadi di kota tomoeda.

“namanya sya..o…ran..bukan bocah itu…”

“ok..ok,ok..baiklah aku kalah dan tolong siapkan air dingin, kain dan juga perban pembalut luka..ah dan satu lagi, yukito dan aku akan pergi ke kyoto untuk beberapa hari..yah..kira kira seminggu…”

“eeeehh…sonna…kak touya jahat..tidak mengajakku…”

“sakura ‘sigh’ , aku dan yukito pergi ke kyoto tidak untuk main main..yah..sepertiganya untuk hal serius…ini untuk tugas project penelitian..dan ka..re..na.. itulah…monster.. cepat ambilkan aku air dingin, kain dan juga perban pembalut luka agar luka yuki tidak semakin parah”

Meski dengan wajah cemberut dan kecewa, sakura tetap berjalan pergi menuju rak perawatan p3k walau dengan langkah gontai karena marah dan sebal karena tidak diajak oleh kakaknya ke kyoto.
Kyoto, ya..pusat central dari kulture negara jepang dengan berbagai bangunan bersejarah dan juga bangunan kuno yang berjajar disana. Tentu saja hal itulah yang membuat sakura sangat ingin pergi ke kyoto walaupun hanya sekali. Tentu saja, yukito yang sedari tadi terdiam saat melihat pertengkaran mereka berdua menangkap guratan kecewa diwajah sakura, dan hal ini membuatnya tak sampai hati untuk tidak mengajak sakura.

“ne…touya…aku tidak tega melihat wajah sakura yang kecewa seperti itu..lagipula dengan semua keanehan cuaca di kota tomoeda, aku rasa cukup untuk memberinya rasa bosan. Apa tidak sebaiknya…”

“sudah kuduga kau pasti akan berkata seperti itu..tapi tidak tetap tidak..lagipula tugas kita menumpuk karena bahan yang kita cari banyak. Dan juga aku tak ingin waktuku habis hanya untuk menemani mereka sedangkan aku mempunyai partner seperjalananku sendiri”

“mereka?”

“ya..siapa lagi..bocah itu dan juga tomoyo..juga bocah berkacamata bernama eriol..”

“touya..tapi…”

“nah..tidak akan kubiarkan kau protest..mau tidak mau, suka tidak suka kita akan berangkat berdua..”

“touya….”

“yuki…’Sigh’…monster..aku akan menuju kamarku..antarkan semua benda yang kuminta kekamarku..”

Dengan perlahan, touya melangkahkan kembali kakinya dari arah pintu masuk rumah dan segera memasuki pintu kamarnya dengan posisi masih membopong yukito dipunggungnya. Dan untuk sesaat, pandangan touya beralih kearah dapur yang agak sedikit berantangan dan juga bertebaran aroma coklat, disamping itu alat cetakan coklat pun berserakan dimana mana, menandakan bahwa sakura tidaklah hanya membuatkan coklat untuk syaoran saja, tetapi juga membuatkan coklat untuk semua orang yang dia kenal seperti tahun tahun sebelumnya, dan hal itupun tanpa sadar membuat bibir merah touya menyunggingkan seulas senyum hangat, dan tentu saja hal ini tertangkap oleh pandangan yukito yang memang sedari tadi memperhatikan sahabat kebanggaannya itu.

“touya, ada apa? Ada sesuatu yang aneh kah?”

“ah tidak..maaf…ayo kita kekamarku dan segera menangani kakimu yang terkilir..”

Dengan langkah pasti touya melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar tidurnya yang berukuran tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar yang terletak dilantai dua tepat diujung anak tangga menuju kelantai dua, dan juga bersebrangan dengan kamar sakura. Dengan perlahan touya menapaki setapak demi setapak anak tangga itu namun entah mengapa hal ini perlahan makin membuat degup jantung yukito makin tidak berirama dan detakan itu semakin menyeruak keluar seakan jantung miliknya hendak berlari keluar. Keanehan inipun tak heran membuat yukito kebingungan, seakan dia tidak mengerti jalan pikiran yang dimiliki tubuhnya ini.

“yuki?!”

Seolah mengetahui keadaan partnernya yang mendadak menjadi aneh dikarenakan satu dua gerakan gelisah yang yukito tunjukkan dan juga touya rasakan dibalik sehelai kain penutup tubuhnya, pemuda berkulit coklat dengan tatapan tajam ini memperlambat langkah yang diambilnya saat menaiki anak tangga demi anak tangga menuju kamarnya dengan maksud mengurangi guncangan pada tubuh yukito yang sedang dibawanya dipunggungnya.

“a..aaa..aah..nan..nandemonai touya..sungguh..”

Dengan perlahan, yukito menempelkan wajahnya yang tanpa disadarinya tengah memerah semerah tomat yang telah matang dan siap untuk dipetik dan juga dinikmati ini, ya…wajah bersemu merah yang saat ini detik ini ingin sekali disembunyikannya dari sahabatnya yang tengah menggendongnya ini, dibalik sela tengkuk sahabat sekaligus partner yang disayanginya.

‘Okagesama..apa yang sedang kupikirkan ini?! Tidak..tidak…tidak..! Aku tidak akan membiarkan touya melihat wajahku yang seperti ini…tidak…tidak…’

Yukito pun bertarung dengan pikirannya yang tengah berkecamuk dan juga tak sejalan dengan tubuhnya yang mendadak memberikan respon tak wajar tepat dibalik punggung touya yang lebar lapang hangat dan juga nyaman. Punggung yang selalu ditatapnya tiap saat dirinya mendapat masalah dan partnernyalah yang selalu berada didepannya seolah hendak melindunginya dari ancaman apapun yang menghadang dihadapannya. Sesosok tegap dan kokoh dari punggung partnernya inilah yang terkadang membuatnya merasan aman dan sangat nyaman serta sangat terlindungi.

‘Touya…akankah kita berdua akan seperti ini selamanya!?’

-to be continue-

Gomenasai,,
konbanwa..ohisashiburi, minna..
Sudah lama gak membuat ff indonesia (karena sudah beralih membuat ff berbahasa inggris)
Jadi ini adalah ff indonesia pertama setelah re-comeback.
Mohon maaf jika semua characternya OOC, for entertain purpose only..

Title : for hundred of times ago
Rate : T until M
(rate M in later chapter)
Cast
Yunho
Jaejoong
Yoochun
Junsu
Changmin
Hattori sensei

……………………………………………………………………………………………………………..

For hundred of times ago…

Selama seratus tahun..seribu tahun..aku selalu menunggumu disini, ditempat ini, ditempat dimana kita berjumpa untuk pertama kalinya. Disini ditempat ini, ditempat kenangan yang tidak akan terlupakan oleh kita berdua. Ditempat dimana diriku dan dirimu bersatu, mengucap janji, mengukir sebuah kata yang mengikat jiwa kita berdua menjadi satu. Aku dan kamu, hanya kita berdua, dan aku berjanji kepadamu, orang yang sangat kusayangi, orang yang sangat aku cintai seumur hidup ku, dan seorang yang tak akan tergantikan posisinya dalam hatiku. Aku dan kamu, bertukar janji dan bersumpah, terukir dalam relung jiwa mu dan jiwa ku, bahwa sampai maut memisahkan kita, atau sampai pada kehidupan yang akan datang, jiwaku akan selalu mencarimu dan begitupun sebaliknya, jiwamu akan selalu mencariku. Kita berdua, bahkan atas kehendak dewa zeus sekalipun, tak akan terpisahkan dengan cara apapun dan dengan cara seperti apapun. Tak hanya jiwaku, tubuhku pun hanya milikmu seorang, dan hanya dirimu yang diriku inginkan. Kehangatan tubuhmu; lembut sentuhan bibirmu; dekapan tangan mu dan tubuhmu yang selalu menyelimutiku dimanapun dan kapanpun diriku berada; wangi tubuhmu yang selalu membuatku tenang dan juga bergairah, ya..wangi tubuhmu yang selalu membuat ku mengingini dirimu lebih dari apapun didunia ini yang kumiliki lebih dari siapapun yang berada disekeliling diriku; lembut suara mu yang selalu menyapa ku dalam diam, dalam heningnya dunia ku yang sunyi dan sepi, suara yang selalu membuat ku merasa teristimewa setiap kali kau memanggil namaku, suara yang selalu membuatku berpikir bahwa diriku hanya terlahir untuk mendengarkan lembut suaramu dan berjumpa dengan mu, suara yang selalu memelukku dengan kata kata yang menyejukkan setiap kali diriku merasa lelah dengan semua beban yang kutanggung, suara yang selalu melindungiku tiap saat dikala rintangan menghadang tepat dihadapanku, suara yang tak bisa kulupakan meskipun terkadang ingin kulupakan;semuanya tentang dirimu..semua..dirimu yang kurindukan..dirimu yang amat sangat kusayangi..dirimu yang sangat berharga bagiku.
Betapapun ingin ku putar ulang sang waktu, betapapun ku ingin membalik semua kisah tentang hidupku, betapapun ku ingin menghapus segala jejak diriku yang membekas dalam dunia ini, betapapun ku ingin menghilangkan semua hal yang menandakan bahwa diriku pernah terlahir dan hidup di dunia ini, namun hanya satu hal yang tak ingin ku ubah..ada satu hal yang dalam seluruh hidupku ingin ku ulang..ada satu hal yang meskipun aku harus terlahir berulang kali dalam dunia ini akan terus ku mohon kepada kebaikan dewa zeus..ada satu hal..yaitu bertemu lagi dengan mu dan bersama sama denganmu kembali dalam pelukanmu, meskipun dewa hades memberi ku hanya sebuah pilihan, dan pilihan yang ku pilih tetaplah bertemu lagi denganmu.
For hundred of times..
Akan terus kutunggu dimana waktu dan jalinan benang merah yang menghubungkan kita berdua akan kembali mempertemukan kita berdua. Akan terus kumohon, berapa pun mahal nya harga yang harus ku berikan, berapa pun besarnya harga yang harus kutukar pada dewa aphrodite, akan terus ku ucap..dalam masa penantian ku yang panjang..akan terus kumohon, agar jiwaku dapat dipertemukan kembali dengan mu, seperti janji yang telah kita ukirkan…
For hundred of times ago..
Aku percaya, bahwa kita berdua akan dipertemukan kembali..
……………………………………………………………………………………………………………..
“anata..yaksoku…apapun yang terjadi, aku pasti akan menemukan mu kembali..mendekapmu kembali kedalam tubuh ini dan memelukmu kembali dengan kedua belah tangan ini”

Seseorang berambut pirang tengah memeluk sesosok berambut hitam yang sangat tampan. Tampak diwajah kedua orang ini kesedihan yang amat sangat dan memilukan. Kedua nya seakan tak sanggup untuk melepaskan satu sama lain yang tengah berpelukan erat. Tak terasa, air matapun menetes dan berlari turun menuruni wajah dari seorang berambut pirang itu, dan perlahan tetesan air mata itu menjadi deras dan diselingi beberapa suara isakan tangis yang menjadi jadi.

“sssh..daijoubu..daijoubu…apapun yang akan terjadi, sekalipun kita terpisah jauh, jiwaku hanya milikmu seorang”

Dengan perlahan, seorang berambut hitam ini menyentuh dagu seorang berambut pirang untuk menghadapkan wajah seseorang ini menghadap wajahnya. Tampaklah aliran deras air mata ditambah dengan isakan yang terus menerus keluar dari mulut seseorang berambut pirang ini.

“jibun moo..jiwaku hanya miliku seorang…dan juga tubuhku ini, hanya milikmu…”

Dengan perlahan, wajah keduanya saling mendekat sementara kedua pasang mata mereka tetap saling menatap penuh cinta dan kasih sayang. Pelan tapi pasti, seseorang berambut hitam menempelkan bibirnya kepada seseorang berambut pirang yang berada dihadapannya. Mereka pun saling bertukar ciuman dalam diam, sebuah ciuman innocent yang tulus tanpa ada nafsu seolah hendak menyampaikan berjuta rasa kasih dan sayang diantara mereka berdua.

“aishitemasu..”

“aishitemasu..”

“Ring!! Ring!! Ring!!”
Dentang sang pengatur waktu pun telah dimainkan, menjadi pertanda bahwa sang mentari telah memperlihatkan wujudnya yang indah, sinarnya yang lembut mampu membangunkan seluruh makhluk hidup dari pulasnya mimpi yang mereka untai tatkala sinar lembut sang rembulan masuk menerobos dan memeluk tiap insan manusia yang hidup, membisikkan lullaby yang menenangkan setiap orang.
Dengan seulas senyum malu..sang mentari perlahan menunjukkan wajahnya, diiringi hembusan angin nan sejuk dan di hantarkan oleh kicauan burung burung yang menari dengan perasaan gembira, dengungan ratu lebah yang dengan gembira menjelajahi hamparan bunga nan indah, dan tentu saja dihantarkan oleh suara kantuk yang datang dari mulut seorang pemuda berambut pirang yang tengah terbaring dengan sebuah jejas hitam dibawah kedua belah kantung mata pemuda itu.

“sigh…ternyata sudah pagi”

Kedua belah mata pemuda menatap kesekeliling kamar tidurnya sembari mengerjap dan menguap lebar, rasa lelah masih dirasakan menjalar keseluruh tubuhnya, rasa lelah yang bertumpuk akibat banyaknya aktivitas yang dikerjakannya dalam waktu seminggu kebelakang. Ya, bagi pemuda kelelahan yang malang ini aktivitas yang dilakukan nya dalam waktu seminggu kebelakang sangatlah penting dan memang merupakan hal yang harus dikerjakannya apapun yang tengah terjadi kepada dirinya disaat itu. Ya, aktivitas yang benar benar menguras jiwa dan raganya, dan hal ini memang sudah menjadi konsekuensi yang harus ditanggung pemuda berambut pirang ini. Berlatih pedang, memanah, bahkan beladiri pun juga dijalaninya demi melatih fisik dan mentalnya demi tetap memperlihatkan pada seluruh anggota keluarganya bahwa sebagai anak tertua kedua dalam keluarga, dia pun dapat diandalkan disamping kakak laki lakinya yang terlahir dengan bakat luar biasa sehingga dapat menguasai beberapa hal sekaligus.

Tatapan pemuda itu menjadi kosong, dia membiarkan pikirannya melayang pergi..untuk sesaat pikirannya kembali kepada mimpi yang baru saja dilihatnya..mimpi yang selama dua sampai tiga minggu ini selalu hadir dalam mimpinya..mimpi aneh yang terus membuat jantungnya berdegup kencang..ada perasaan sedih dan perasaan menusuk setiap kali mimpi itu hadir menghiasi waktu waktu malamnya…hatinya serasa teriris tiap kali mimpi itu hadir dalam malam malamnya, tak jarang setetes air mata jatuh membasahi pipinya dalam diam..dan seketika kelelahan secepat kilat mengambil alih kesadarannya, ya dia merasa sangat lelah dan bertambah lelah dimalam dimana mimpi itu hadir menyelinap dalam tidur lelapnya. Sesekali untuk menghilangkan perasaan gundah pemuda berambut pirang ini teringat pada ketiga saudaranya, pemuda berambut pirang ini tersenyum lembut seolah dia sedang mengingat ingat mengenai sesuatu yang terjadi dimasa lalunya, mengingat suatu kenangan yang sangat manis antara aniki , dirinya dan juga kedua adik bungsunya. Mengingat mengenai bagaimana mereka berempat mulai belajar mengenai panah memanah, menaiki kuda, kendo, jujitsu, dan judo. Sang kepala rumah tangga, yang tak lain adalah ayah dari mereka berempat merupakan pengaruh utama yang memacu semangat dan juga menjadi sosok idola dari mereka berempat. Walaupun pada akhirnya disela latihan mereka cukup menyebabkan masalah dengan cara merusak beberapa benda, namun sang ayah hanyalah tersenyum lembut sembari menepuk kepala keempat anaknya.

“ANIKI!! Sampai kapan kamu mau bermalas malasan ditempat tidur!! Cepatlah, latihan pagi akan dimulai!!! Hattori sensei sudah menunggu di ruang latihan..junsu dan niisan juga sudah menunggu!!”

Si adik bungsu, changmin, berlari dengan penuh murka dari arah ruang latihan menuju ke ruang kamar kakak keduanya yang masih termenung didalam kamar sembari menatap kosong kearah ujung kamarnya dengan masih mengenakan baju tidur kesayangannya yang dia kenakan semenjak semalam. Dengan suara gemuruh kaki yang sangat keras disertai dobrakan dari arah pintu, membuat pemuda berambut pirang ini mengerutkan dahinya dan cemberut, moodnya pada pagi hari ini memburuk dan semakin menjadi buruk karena dia bukan merupakan tipe orang yang bisa bangun dan memulai pagi segera dikarenakan tekanan darahnya yang rendah.

“URUSAI!!”

“ANIKI!!!!”

Kedua pemuda ini saling menatap dengan tatapan membunuh. Sang kakak menatap dengan penuh kekesalan, dan sang adik menatap dengan penuh kemarahan. Ya, kedua adik kakak ini selalu memulai hari dengan pertengkaran pertengkaran kecil, dan hal ini sudah menjadi ritual yang setiap pagi mereka lakukan, bahkan sang sensei pun sudah memaklumi dan terbiasa dengan latihan pagi yang tertunda beberapa menit dikarenakan sang kakak kedua yang selalu mengalami kesulitan untuk segera membuka matanya.

“a..ano..aniki..changmin…onegaishimasu..hattori sensei sudah menunggu.. moo..yamete futaritomo..”

“sigh..hai..hai..wakatta…futaritomo..kaerimasu…”

“ANIKI!!!”

“nani o, changmin..aku butuh waktu untuk mandi dan berganti pakaian…”

Sang adik pertama pun muncul dan dengan segera melerai pertengkaran sia sia antara sang kakak dan..saudara kembarnya. Ya, changmin dan junsu adalah saudara kembar yang lahir bersamaan 8 tahun setelah pemuda berambut pirang ini lahir kedunia. Sang anak kembar yang mempunyai kepribadian yang saling bertolak belakang. Yang satu sangat disiplin dan agak sedikit tempramental, sedangkan yang satu easy going, shy dan teledor.

“sigh..wakatta..ne junsu, ayo pergi ke ruang latihan..sementara aniki o baka bangun dari dunia mimpi yang sedari pagi menahan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur..”

“OMAE!!! Matte, changmin!! Jangan lari!!!”

Dengan segera, changmin serta junsu melesat sembari menghindari peluru peluru serangan bantal dan guling yang kakaknya tujukan kepada dirinya. Tak lupa, changmin menjulurkan lidahnya dengan maksud mengejek kakak keduanya yang masih belum beranjak dari tempat tidur. Dan hal ini makin membuat pemuda berambut pirang ini semakin murka dengan ulah kedua adiknya.

“sigh..mood dan ketenanganku dipagi hari ini rusak karena ulah mereka”

Dengan terus menghela napas, pemuda berambut pirang ini beranjak dari tempat tidurnya sembari membawa handuk ditangan kanannya sedangkan tangan kirinya merapikan rambutnya.

……………………………………………………………………………………………………………..

“ICHI!!!”

“OSH!!”

“ICHI!!!”

“OSH!!”

“ICHI!!!”

“OSH!!”

Suara diruang latihan bergema seiring dengan teriakan hattori sensei yang sedang melatih mereka jujitsu. Teriakan lantang yang menandakan semangat yang terpancar dari mereka bertiga ditambah perintah dari hattori sensei yang terus menerus melatih mereka pukulan, tendangan dan juga kuda kuda jujitsu. Namun sayang, kakak kedua mereka tidak kunjung muncul, dan sudah 10 menit berlalu semenjak terakhir kali changmin mendobrak pintu kamar kakak keduanya.

“sigh, aniki!! Dia benar benar sangat telat..dan lebih telat daripada dirinya yang biasanya…huffttt..dan tidak biasanya aniki seperti ini. Apa kamu menyadari sejak kapan aniki menjadi seperti ini?”

“hmm..chotto..sepertinya sudah seminggu atau dua minggu ini..dan sepertinya pikirannya terganggu oleh suatu sebab, dan wajahnya terlihat sendu dan seperti sedang mencari cari sesuatu. Akan tetapi, begitu aku bertanya kepadanya, aniki hanya menggeleng gelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil…wakaranai..mungkin terjadi sesuatu antara dia dan sahabatnya?! Entahlah…”

“futari tomo!! Changmin!! Junsu!!”

THWAK!! THWAK!!

Hattori sensei yang secara ketat mengawasi latihan dan konsentrasi ketiga muridnya dengan segera memberi pukulan kecil pada kepala changmin dan junsu dikarenakan mereka berdua berbincang bincang disela sela latihan. Hattori sensei adalah orang yang sangat disiplin, wajahnya yang tegas dan jarang tersenyum terkadang menambah kesan seram pada dirinya. Namun ada kalanya dia dapat tersenyum lepas dan menunjukkan sisi lain yang lembut pada dirinya, terutama disaat kekasihnya, yoshino menghubunginya, seketika wajah tegas itu berubah lembut dan tak ayal hal tersebut membuat terkejut pada keempat bersaudara yang sedang latihan ini.

“OSH!!! Gomenasai, sensei!!!”

Dengan menunduk, kedua orang kembar ini saling melirik sembari memegangi kepala masing masing yang masih agak berdenyut akibat pukulan yang hattori sensei tujukan akibat keduanya berbincang bincang mengenai kakak kedua mereka

“Mou ichido!! ICHI!!!”

“OSH!!”

“ohayoo gozaimasu minna.. OSH hattori sensei..
gomenasai karena datang tak tepat waktu”

“aniki!!”

“jaejoong kun!!”

“jaejoong san…”

Keempat orang yang tengah latihan jujitsu di ruang latihan seketika menghentikan latihan mereka dan segera berlari menghampiri pemuda berambut pirang yang tengah berdiri didepan pintu ruang latihan dengan mengenakan baju dogi jujitsu ditambah dengan sabuk oranye yang dia kenakan.

“jaejoong san, daijoubu desuka? Hari ini kau lebih terlambat dari hari hari sebelumnya. Apa ada sesuatu yang tengah kau pikirkan?”

“iie, daijoubu desu..sensei..gomenasai..honto ni gomenasai…”

“sou desuka? Jaa..kalau begitu kau boleh pemanasan terlebih dahulu dan pertama tama kau harus berlari mengelilingi rute seperti biasanya dua kali. Daijoubu desuka?”

“un, daijoubu desu..sensei..”

“ANIKI!! Jangan tertidur ditengah jalan!!”

Ditengah latihannya, changmin mencoba untuk menggoda kakak keduanya yang terpaksa memulai harinya dengan berlari melewati rute rutin yang mereka biasa lalui sebanyak dua kali lipat dari biasanya dengan cara menjulurkan lidahnya serta memasang mimik lucu menirukan wajah jaejoong jika sedang kelelahan.

“changmin…awas kau!!”

……………………………………………………………………………………………………………..

“Hh..hh…huff…hh…gambare jibun..hh..hh..”

Pemuda berambut pirang ini terus dan terus berlari melewati rute yang biasa dilalui oleh dirinya , ketiga saudaranya dan juga sensei nya setiap kali mereka berlatih jujitsu. Sembari terengah engah dan bermandikan peluh, pemuda berambut pirang ini terus menyusuri rute yang diwajibkan kepadanya, dan kali ini sudah merupakan rute yang kedua dan dia sudah mencapai setengah dari rute yang dimaksud.
Rute yang diambil adalah rute medium yang ditengah tengahnya melalui sebuah sungai indah yang disekelilingnya dikelilingi beberapa buah pohon sakura. Ditambah saat ini sudah hampir menuju musim panas dan bunga sakura yang indah mulai bermekaran dan juga bertebaran diterbangkan angin. Untuk sesaat rasa lelah yang dirasakannya mendadak lenyap seketika tatkala menatap indahnya bunga sakura yang bertebaran.
Pemuda itupun menghentikan langkahnya untuk sekadar mengambil napas dan beristirahat sejenak sembari menatap indahnya bunga sakura yang terhampar dihadapannya, hembusan angin nampak membuat tubuhnya mendingin, mengeringkan peluh ditubuhnya. Dinikmatinya hembusan angin yang menerpa tubuhnya, hembusan bunga sakura yang juga berguguran tertiup hembusan angin seolah sedang menari nari untuk mengusir rasa lelah yang dialaminya.
Untuk sesaat, entah mengapa ada suatu perasaan nostalgic yang tiba tiba menyergapnya. Memang sudah berkali kali mereka melewati tempat tersebut dimusim apapun baik saat bunga sakura bermekaran ataupun saat musim gugur dimana ada banyak terpaan daun gugur yang berwarna warni, namun perasaan nostalgic ini benar benar hal yang baru bagi dirinya, dan juga terasa aneh, dan perasaan ini semakin menjadi jadi terlebih ketika mimpi aneh itu mulai menemani dalam kurun waktu dua minggu dalam waktu istirahatnya.

Badump…Badump…Badump…

Tak disangka, perasaan nostalgic ini merambat hingga mempengaruhi irama degup jantungnya. Sebuah sensasi yang membuat sakit yang seolah teriris namun juga sebuah sensasi yang mampu membuat jantungnya hendak keluar akibat degup jantung yang sangat keras dan tak berirama.

“ehh..naze desuka, jibun?”

Pemuda berambut pirang ini menatap kejauhan pada helai helai bunga sakura yang bermekaran dan tengah jatuh tertiup hembusan angin. Pemuda ini terlalu lama tenggelam dalam lamunannya sampai sampai dia tak menyadari bahwa helai demi helai bunga sakura terjebak pada rambut pirangnya yang halus dan lembut, sampai pada suatu waktu disadarinya sebuah tangan yang hangat terasa menyentuh kulitnya yang mendingin akibat peluh yang mengering.

“???!”

“a..ah!! Gomenasai.. Kau tampak pucat..aku sempat mengira kau akan pingsan karena ku lihat dari kejauhan kau berdiri terdiam dibawah pohon sakura ini terlalu lama..daijoubu desuka?”

Pemuda berambut pirang ini serta merta mengerutkan kedua belah alis matanya sembari meneliti seseorang yang tengah berdiri dihadapannya yang tengah lancang menyentuh kulitnya dengan tangannya yang hangat.
Seseorang ini mempunyai wajah tampan dan berambut hitam lurus dan sedikit berantakan, namun hal ini semakin menambah ketampanan pemuda berambut hitam ini.

“a..ah..daijoubu desu..un..daijoubu..a..aa..aaah..aku hanya beristirahat karena merasa lelah akibat berlari..ahahahaha…maaf sudah membuat mu cemas”

“yokatta….ah..apa kau haus?!”

“ah..umm..hai..demo..daijoubu desuka?”

“??! Daijoubu yo…naze desuka? Lagipula…tempat ini menjadi tempat favourite ku untuk menghabiskan pagi hari ku…kimi wa? Ah..douzo..”

“un..arigatou gozaimasu..umm..aku sebenarnya sedang berlari dan melakukan pemanasan..karena pagi ini aku tak dapat datang tepat waktu sehingga sensei ku menyuruh untuk berlari dua kali dalam rute sama..”

“ara…kanashii…daijoubu desuka?”

“hmm..karena sudah terbiasa jadi ya…tidak masalah..hanya saja bunga sakura ini benar benar membuat ku ingin menghabiskan sedikit waktu ku untuk menatap keindahannya.”

“hmph..hahaha…wakaru..wakaru..datte, ore moo…”

“anata moo?!”

“hai”

“hmph..hahahahaha”

“ahahahaha”

Telah lama waktu berjalan diantara mereka berdua, dihiasi dengan tawa canda dan juga obrolan obrolan yang ternyata mampu membuat mereka akrab satu sama lain. Seketika, perasaan lelah yang sempat menghiasi wajah pemuda pirang ini selama dua minggu lenyap menghilang entah kemana. Dan jauh dalam hati pemuda berambut pirang ini, dia merasakan perasaan nostalgia yang sama kuatnya atau bahkan lebih kuat dari saat dia terdiam dan termenung menatap helai demi helai bunga sakura berguguran tertiup angin, namun perasaan aneh inipun tak dia mengerti.

“PIP..PIP..PIP..PIP..”

Kedua pemuda ini tersentak ketika jam tangan yang terpasang di tangan kanan pemuda berambut pirang ini berbunyi, menandakan bahwa waktu pemanasan nya telah habis dan mengingatkan dirinya bahwa dia seharusnya telah sampai di doujo latihan dirumahnya.

“!? Kore te nani desuka?”

“eh..umm..ini penanda waktu bahwa aku…ummm..aku sudah ditunggu oleh sensei ku untuk melanjutkan latihan..eh..uh..arigatou untuk minumnya, aku merasa sangat tertolong..”

“douitashimashita…
Ara…terburu buru kah? Maaf sudah menahanmu disini.”

“iie..daijoubu..honto ni daijoubu desu..eh..uhh..aku..aku harus pergi..umm..ja..ma..mata ashita…kita akan bertemu lagi besok..kan?!”

“mochiron…aku akan selalu berada disini setiap pagi..”

Pemuda berambut hitam ini menunjukkan senyum termanisnya kepada pemuda berambut pirang ini yang tak disangka sangka dalam wajah pemuda berambut pirang ini terlukis sebuah dua buah warna pink yang menutupi pipinya dan juga dimulai dari telinga menuju telinga, dan hal ini terlihat sangat manis dimata pemuda berambut hitam ini.

“uh..umm..a..aku juga besok akan melewati tempat ini..uhh..tapi besok mungkin aku tak sendiri karena saudara saudara ku mungkin akan..uhh..ikut..”

“ii desu ne…jadi kau mempunyai saudara..”

“uh, ummm..hai sou desu.. Sore ja, uh..ittekimasu…”

“un..itterasai..kyoskete…”

Dengan sekali tatap, kedua pemuda ini saling bertukar senyum dan keduanya berpisah. Pemuda berambut pirang terus melanjutkan perjalanannya, sedangkan pemuda berambut hitam tetap terdiam ditempat itu sembari menatap helai demi helai bunga sakura yang berguguran tertiup angin dan menerpa wajahnya.

“anata wa..doko desuka, my aibou..my love..”

To be continue

“ri….”
“RI-CHAN!!!”

The brunette man who have a hot chocolate in his arm look so suprised when he hear someone screaming his name. Well, even he really look suprised, but he already guessing who is the voice owner, and of course it is someone he know well. But even he know the owner of the voice closely, he still have a little guilty in his heart. It is not because he hate the voice owner or so like that, it was because their situation that have make that feeling. He have no idea what is the others feeling about their condition right after he reject the voice owner’s feeling, but eversince all of the truth behind his rejection revealing, they never make a contact, not in a single one contact, and it makes this young editor feel complicated toward her. It is not because he hate the chick, but personally, the young editor seems want to make peace in his heart before seeing his ex-fiancee again after all the truth reveal right in front of his eye.

“ri-chan! Ohisashiburi…”

the little cute chick, kohinata an smile happily towards the brunette man who have already stand in front of his chair. His ex-fiancee greeting him like the usually they have before the day of revealing the truth, and much to the said man relief the atmosphere between them seems have no change, even before he think on himself that someday they meet again there will be a lot of tense and awkward between them, but the brunette’s sort of think seems fly away after seeing his ex-fiancee act like her-usual-self now.

“an-chan..ko..konnichiwa..”

But still, the said man still shy and guilt enough so the word that came from his mouth feels so tense and awkward. He do not mean any bad, just his personality once again stopping his step, just like he do on his beloved ex-senpai. He know that part on himself trully missing his ex-fiancee whom he know for so long since they in high school, and also feel a bit afraid to lose their family brother-sister like relationship after she know the truth behind the reason he keep rejecting the engagement. True, for the young editor, kohinata an is more than family to him but less than special person he love. Kohinata an is like a friend and sister for him, but sometimes she can be so pushy toward him whenever the engagement issue come again from his mother’s mouth. But after all, he likes her like sister and sometimes she suprisingly can see right onto him like always, like when unconciously he show her his loving expression towards his man and the said girl just know right here and then that the brunette never will be in on their engagement because his heart already owned by somebody else.

“konnichiwa too, ri-chan..oh god, how badly I missing you so much..how are you, ri-chan? You seems rather pale! Plese keep your health, or rather your mom will sending you some of her thought! Oh please, don’t tell me…”

“do not worry, an chan..I’m fine, really..see..I can just run over arround this building right here and then..”

The brunette forcing himself to smile eventhough right now, he feel no mood to smile or so. Because right now his mind wandering arround on the event before christmas and at christmas, with his man of course. He still can’t throw his mind to give his man a gift on his birthday and also christmas. But he still can’t decide what will he give the gorgeous black hairing man at the time. Cooking something absolutely out of the question because he himself cooking any in the entire of his live. So what is it then?! He meant something special for his man without get sore on his certain area in the morning, good enough that the man will remember this moment in entire of his live, wonderful enough for the chief-in editor to realize what is inside of his heart without him to say those three embarassing words for him.

“ri-chan?! Doushita no?! Are you not feeling well? Dizzy? Or something?!”

The worried expression show up on her face, trully worried. After all they have know each other for so long and the chick in every single time on their togetherness ever madly fall in love with the young editor, so naturally she will know right now and then every single changing expression the said man have. The brunette seems feel so suprise about how come his ex-fiancee in all of the year they spent they time together, whether when he feels down or whether he feels guilting something, she always have guess it right, like his lovely chief-editor.

“eh..uh..umm..I..I’m fine..really fine…well..uh..or no..errrmm..I mean..”

The pink blush spread across his cheek. His words seems unprepared and unforming well, like he just blurt out from his mouth without he himself realize it. His body language only tell the girl everything, all of the young editor feels right now or what is it in his mind now. He seems like have a certain-usual body language that she ever recognize to whatever the said man feel, and it is always make the young girl laugh a little, and now she seems can’t keep her laugh and accidentally snorted her little laugh out on a low voice, low enough so the said man can’t hear it.

“daijoubu, ri-chan…you can tell me, everything…its not one or two years I know you..so, just tell me..maybe we can look for the best resolution together…”

Another semi red blush come across to the younger editor. He realize that maybe sharing some amount of his confusing thing to someone he trust is better than keep it on his shoulder. After all, the one he will tell is his best friend who always knowing him better, and on top of that is, she is a woman, and also she was know that he dating his man.

“ri-chan..correct me if I say wrong thing. Is it about takano san?!”

The young man have a deep blush, even the dark deep red blush come across from ear to ear. And on one side, the girl just smiling so widely knowing that her words successfully make her ex-fiance shy into a girl-in-love like appearance. And of course, the girl ever seen this kind of expression twice, as for when they were in high school and one when the young editor’s mother been in hospital. The shy-blush-cute-loving face on her best friend always put on whenever his man name come in into his ear, not to mention it also there whenever the said man hearing his beloved dark hair man whispering his words onto him. And all above that, those loving face of the brunette man appears only for the man name takano masamune, his beloved one and only.

“NO!! I mean..it isnt…eh..uh…mm..an..an-chan..I..mean..”

“yes, Ri-chan!?!”

The brunette then hiding his face and looking to another direction. Of course, the said man just hesitate whether he just say it to the girl or not. But since she is girl and maybe knowing better about that love matter…asking one or two question maybe willnt make a hurt at all..or maybe no?!?

“yes….uh..I mean..yes, it is because of takano..uh..um..because of ma..masa..masamune..”

Another dark deep blush scattered across his cheek, make the said man face turning into pink shade-loving girl-like. He can’t denying that the give man’s name is the most word that can come out from his throat. Seems, that word get caught in the middle of his throat and can’t come out easily. It isn’t mean any bad towards the man, but as far as the young editor realize, saying the give name is the most embarassing thing in the world more than when he must saying the three words the black haired man want to hear once again from his lips.

“oh my..did something happen, ri-chan? Did something happen onto the next step between you and takano san?!? Did you, ri-chan???? Oh my..oh my…oshiete, ri-chan…”

The said man absolutely become numb seeing her expression, fan girling expression. And he never think that his friend would react like this, well after all of their engagement problems and the revealing that he is in love with a man, he just have a little afraid in his heart..an afraid if the ex-fiancee will feel disgusted with them, with him.

“ah..um..an..an-chan..ummm..you’re not mad or disgusted to me?! To us?”

The girl look so confusing towards her ex-fiance. She tilting her head and facing closely to the said man and take her hand into his face and smoothly caressing the pink shade on his cheek.

“ri-chan..I did said it, didn’t I?! Right in front of you and takano san at that time that I love you no matter what, so do your best.. I said it right…
So, I do support both of you ri-chan..so I willnt disgusted about your love life..you can trust me and you have my word. No matter what will happen, I’ll always beside you and supporting you.
Then ri-chan..you can tell me everything..ask me everything..I will try my best to help you..”

The brunette’s eye open widely when hearing his best friend comment, and absolutely speechless. He feel numb once again through out his body, shivering and a small of tears come out in the corner of his eyes. He feel so glad to have an chan right now so he can tell her everything what he has been thinking for the past two weeks in row. The brunette who have almost zero love experience absolutely needing help from someone he close to.

“ri-chan??!”

Another drip of tears come from the corner of the young editor eye. He still can’t believing about what he have hear from his best friend. Commotion, happy, suprise mixing into one and those feeling ready to explode into one huge cry sound like a children cry sound. But for all of his pride, he choose to cry in silent.

“ah..umm..go..gomenasai..an-chan…I just..well..I am..ummm…”

The young editor wiping his tears with his hand one or two times, but sadly the tears jus come on and on and on. But he manage to form a small smile.

“arigatou, an-chan..I’m so glad to have you here..”

The girl then forming a warm smile towards the said man, and also wipping another tears that dripping out from his eye.

“so, ri-chan?!? What is the thing with takano san’s business that bothering you?”

The girl then make a small grining at his lips and those make the brunette blushed into deep pink across from ear to ear. His face feel so hot because of this embarrassment, and he finding himself want to run away to just hiding his face somewhere from the said girl. But both of them do not realize that the pair of eyes who failed to call the young editor name still there and observing the two of them from far away

“ri-chan?!?”
~to be continue~

DISCLAIMER

i do not own the character of sekaiichi hatsukoi, shungiku nakamura does, i only 0wning the plot of the story

i really realize that this story are far from the real christmast event..but oh well..it just arround the spirit of christmast..

I do hope you enjoy the story and dont forget to leave me some reply
#grin

I do apologize if the way i use english language have some error in anywhere…
😛

Anyway..lets start the story…

Cast :
Onodera Ritsu

Takano Masamune

~December 3rd~

Tap..tap..tap..tap..
And here he is, the brown hair boy with his green emerald eyes wandering like a lost puppy. Sometimes, he just stop and biting his fingernail with a confusion look, and so with his eyes, searching every inch of the department store not sure what he is after when he get there. He just simply want buying some tools and matter to do his bussiness for this special month, but due to his confused and clumsiness, the simple thing turn out to be more serious.

“what do I do now? Cook some cake? But i’ve always end up burnt it and also my kitchen’s tool. Then, what about knitting some sweater or muffler?! But..I don’t have a skill for it..or maybe I should take some cooking class before the day!? And also some knit class?! Gah!! What should I do..what should I do..”

This brunette boy keep mumbling the same thing over and over, he made a pout form at his pink little mouth, also he have frowning his eyelid, a sign he have thinking and arguing at himself about the issue he have.

“or maybe..I can call her for help?!”

And again, this little cute boy more deepening the frown of his eyelid, think harder about should or should not he needs her help. He realizing something that he can’t done some issue like house work, and absolutely need help from someone. But then again, after all the time he rejecting her feeling and also after she realizing his big secret about why he keep rejecting her, he feel awkward toward her, especially when three month after that accident they haven’t make contact.

“but..I do think if I make a contact at her and needing her help for my little issue while years ago I keep rejecting her feeling, I do feel like a worse people..sigh..then what should I do..”

This little green emerald eye boy then resting himself at a comfort place at the department store and ordering a hot chocolate to drink to. His eye looks so sad and frustation, wandering nowhere arround him and of course no single person he know and knowing him. He feel so hopeless, while in his mind he have several plan for the day he meant to for the surprise, starting for something simple and continuing to something include in embarrasing stuff to do.

He can feel that his face awkwardly become deep red from ear to ear, also he can feel his body slowly but sure warmed by his naughty idea, he give a nervous chuckle to hide his embarrasment from himself. Well, its not entirely originally his idea, it just come across at his mind when he overhear kisa and his lover on the phone months ago. Kisa just simply said that he willing to do something for the lovers birthday,and here he go, days after that eventhough not in the hell week but kisa really look so tired with cut in his hand everywhere, also with a little sweet burn smell from his hair. And this boy just wandering his friend really take his best to serve something special and he thought not something usual task kisa will do in the usual day. But then again, the do kisa do that day be proof that kisa love his lover so much until he willing spend most of his rest time to learn to cook or something similar activity in kitchen.

The idea just came across at his mind not only because he feel somehow rather similar with kisa, not be able to cook but also because the most time is always their lover who love to do lovely thing for them, while both ritsu and kisa seldom do the similar thing to their lover.

The little brown hair man chuckle at himself again..

‘Lover??! He was my lover, but he isn’t my lover.. He was simply just my boss at work and my neighbor..or..what…!? Is he really just simply as my boss and my neighbor or more than that?’

The said boy shaking his head for the thought he have. He realize that the person who have been his boss, his neighbor and his ex-senpai is more than that to him. Well accurately, he just realize it just a few months ago, when his rival also his lover’s friend declare right in front of him that he loves his lover and not willing to let this green emerald eye boy to take over the man. Of course this issue really make this little boy worken up, part of himself seems too afraid to lose his precious man again like ten years ago, and that absolutely like some trigger warning for himself to realize how much important that man to him.

Yes, this browny hair boy having his heart, mind and soul to half accepting that he is in love once again with his boss ex-sempai. But not brave enaugh to admit it to the man face to face, or else his glass like heart still hard to accept that man who had broke his glass like heart into piece ten years ago. For this brunette green emerald eye boy, it took forever to re-collecting each piece of his glass like heart into the old shape like before, of course it wouldn’t just can be like before shape, so under his almost new shape, he keep hiding his true self so in the process he willnt get hurt like before.

Then again, half of himself that he try to seal deep into his conciousness can’t give up for the man’s love so easily. And as for himself half side, that always give in to that man to whatever that man want to him. Not that this green emerald eyes hate or digust it, but he just feel so contrary between his new-self and his old-self. Mixing with the afraidness he have always have, it feels so complicated.

The said boy sighing again while drink his hot chocolate. He almost lost at his thought, he just stare to the empty seat across him in front of the same table of him, imagining what if he and his lover going out for a date, sit in the same table and drinking the same drink while holding hand secretly behind the table. What a perfect way to spend a day with the one you very dearly love and dearly care for, but then again this boy just can’t let his selfishness out and ask that kind of thing with his man, just not yet, not when he himself still can’t completely accept the man and say three magic word to his lover. This green emerald eye boy just letting out another sigh while his hand reaching his chest where he just find a slight pain when he can’t make himself honest with his true feeling and stare again at the empty seat in front of him.

‘Its not I can’t honestly say that word towards him, I just..not yet fully trusting his feeling after those ten years worse relationship leaving a deep scar in my mind, heart and soul. Well, of course he said that all was fully just some stupid misunderstanding. But then again, he have any idea how bad that issue hurting me, up until now the scar still fresh in myself.

Or…I’m being selfish again with all of my argument about him?!’

That boy just frowning his eyelids more again, some slight of sadness come through in his eyes. He know that those ten years bad misunderstanding not only leaving a deep scar within him, but also leaving an unpleasant memories within his man too, so that’s one of the reason why his man way too over protective towards him.

‘Sigh, honestly what the hell am I do right now?! Confusing myself with the issue that simply will make me worn-out when it reach this month hell week, while I surely can’t do some short of that house like work to do without any help’

That boy then staring again with a blank gaze, but now at his half full of his hot chocolate while inhaling the chocolate scent that relaxing himself later. The sweet scent of the chocolate indirectly make him remembering his man manly scent. Oh well, of course the word sweet and manly can’t be stand in the same way of thinking, but for this young editor it isn’t the matter. While they have sex, the kiss they do completely sedated him with his man sweet scent from his cigarette. Also the manly scent from his man’s body whenever that man hug him, during sex, after sex, or whenever that young editor facing some hard issue due to his family issue, and that scent always make him relief, that scent always can be his special cure medicine and of course can make him forget for awhile about the hard issue he faced by himself each time.

‘True enaugh, for the past one year I have been with him, he never do one thing that make me disappointed. Well if I make a separate ways of think and exclude all those head-hit whenever we at work, I do think he really care about me. Especially when okaasan get sick, I can trully see his worried expresion withim him. Or whenever I have worrying about the editor capability I have, he always reassured me by his way, and in weird way, his way to comfort me always make me feel warmth inside. He IS a kind person, but..something about him become so pushy and so bossy make me think to keep the word for my self. Well, shouldn’t he just can read my feeling from my action toward him?! Why the hell he really want me to say that outloud?’

A longer space went along the last word he have in his mind, this space come across on his mind without permission. The way of look from this brunette man can’t describe in a better way, the way he look seems so complicated. In one way sometimes he really want to make his man know that he desperately fall in love with him, but in anoter way, everytime the said boy come closer to his lover possibly candidate, his little pink lips and his warmth wet mouth seems can’t get into the right order. His brain keep refuse to make the word hidden in his heart in right order, instead giving his man a right word, his brain prefer to give that man a loud scream of annoying.

‘Is it really important for him to me to say that word?
Is..my action isn’t enaugh to expressing the right thing inside my heart?
…………….’

Another long pause come across in the brunette mind. Well, this little emerald eyes boy admit it to himself, whether he never show an affection toward his possibly love, he always shoves the man whenever the man want to come closer near him, if its just only for showing his affection towards the said man or its just only to give his attention towards the newbie editor, the brunette man always running away himself from all of his man do.

‘Takano san…I…khhh…I realize all of my action is very rude towards you, and I know that this way of my attitude really hurting your heart…but..but despite of all of this, honestly I…I…’

The brunette man’s mind went away with his true feeling of his heart. His gaze just went blank as soon as his hot chocolate entering his thirsty mouth and he enjoying the sweet taste of his chocolate. Indeed, this green emerald eye man still confusing to any of his live, expecially with his love live so does what he did say to his ex-fiancee, kohinata an.

His gaze jus wandering now and then, and of course he is not realize that he have two eyes at him. Two eyes from two different people who know him well, and of course, that two people aiming to greeting this cute brunette man, but unfortunately, one of them is fast than the other.

“ri..”
“RI-CHAN”

~Continue~

Well, this absolutely will be a great remembering event..

Once, i’m so curious about the drama cd that sekaiichi hatsukoi. And because I already read the manga and watch the anime, plus I also in love with the voice of takano masamune, so I think it is fine to listen to the drama cd.

But when I finally find out, the drama cd far..far..far….more real and sweet from the anime, and because basically the come from the original manga, I think as sweet and detail as in manga.

But..but..buutt…the nc scene voice really make me crazy, because its sound so real in my ears
And..well, because of that I become more fall in love with the voice of masamune takano

Aaaahhh…takano saaan…